Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 29 Jan 2026 17:23 WITA

Kerusakan Jembatan Desa Sebuntal Kian Parah, Warga Terancam Terisolasi


Warga melintasi jembatan kayu Desa Sebuntal yang rusak dan berlubang, membahayakan pengguna jalan. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Warga melintasi jembatan kayu Desa Sebuntal yang rusak dan berlubang, membahayakan pengguna jalan. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kerusakan serius terjadi pada jembatan kayu yang menjadi akses utama masyarakat Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi jembatan yang kian memburuk membuat warga waswas dan mengancam kelancaran aktivitas sehari-hari.

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung warga untuk keluar masuk desa. Kerusakan diketahui sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir dan terus mengalami penurunan kondisi, terutama pada bagian lantai jembatan yang mulai rapuh.

Warga setempat, Jumarni, mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan semakin parah dari hari ke hari. Bahkan, saat ini kendaraan roda dua pun mulai enggan melintas karena dinilai membahayakan.

“Sudah sekitar seminggu ini rusaknya. Sekarang motor saja warga takut lewat,” kata Jumarni, Kamis (29/1/2026).

Ia menyebutkan, kendaraan roda empat sudah dipastikan tidak bisa melintasi jembatan tersebut. Padahal, jembatan ini memiliki peran penting bagi masyarakat, mulai dari mengangkut hasil kebun, akses sekolah anak-anak, hingga kebutuhan layanan kesehatan.

“Kalau jembatan ini sampai tidak bisa dilewati sama sekali, kami benar-benar terisolasi,” ujarnya.

Sebagai upaya darurat, warga sempat melakukan perbaikan seadanya secara swadaya agar jembatan masih dapat digunakan oleh sepeda motor. Namun, langkah tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan persoalan utama.

“Kami gotong royong supaya motor masih bisa lewat, tapi itu tidak bertahan lama,” jelasnya.

Menurut Jumarni, aparat Pemerintah Desa Sebuntal sudah sempat meninjau kondisi jembatan. Namun hingga kini, belum ada informasi lanjutan terkait rencana perbaikan permanen.

“Sudah ada yang datang dari desa lihat langsung, tapi tindak lanjutnya belum ada,” katanya.

Jembatan kayu tersebut diketahui sudah berusia puluhan tahun. Berdasarkan cerita warga, usia jembatan diperkirakan mencapai sekitar enam dekade dan selama ini hanya mendapat perawatan ringan.

“Katanya jembatan ini sudah sekitar 60 tahun,” tambahnya.

Akibat kondisi tersebut, warga yang memiliki kendaraan roda empat terpaksa memarkirkan mobil di luar area desa dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan secara menyeluruh, mengingat fungsinya yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat Desa Sebuntal.

“Kami sangat berharap jembatan ini segera diperbaiki, karena ini satu-satunya akses kami,” pungkas Jumarni.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Sebuntal belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan jembatan tersebut. (atr)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

63 Pasangan di Kukar Akhirnya Dapat Legalitas Pernikahan Tanpa Biaya APBD

29 April 2026 - 20:38 WITA

legalitas pernikahan

Pedagang Tahura KM 54 Terancam Ditertibkan, Rendi Solihin Siap Pasang Badan

29 April 2026 - 09:41 WITA

Pedagang Tahura KM 54

Air PDAM Tenggarong Ditarget Lebih Deras, Kapasitas Bekotok Naik Jadi 250 Liter per Detik

28 April 2026 - 16:49 WITA

Air PDAM Tenggarong

Tembus Rawa, Jalan Baru Kukar-Kutim Mulai Dibangun Tanpa APBD

28 April 2026 - 16:38 WITA

jalan baru kukar-kutim

Warga Samboja Barat Resah, Penertiban Tahura Bukit Soeharto Belum Jelas

27 April 2026 - 21:01 WITA

Penertiban Tahura Bukit Soeharto

Desa, Pasar, Sekolah, dan Tempat Makan di Kukar Disasar Program Pangan Aman

27 April 2026 - 17:09 WITA

Pangan aman
Trending di Kesehatan