okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Perawatan Taman Ulin di Kelurahan Panji, Tenggarong, sempat terhenti sejak awal 2026 akibat ketiadaan anggaran, membuat kondisi ruang terbuka hijau tersebut terbengkalai dan dikeluhkan warga.
Sampah terlihat berserakan di sejumlah titik, sementara area taman tidak tertata. Kondisi ini mengurangi kenyamanan pengunjung, termasuk anak-anak yang kerap bermain di lokasi tersebut.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar menyatakan akan menempatkan sembilan petugas untuk merawat taman mulai 1 April 2026.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, menjelaskan bahwa pengelolaan beberapa taman sebelumnya diserahkan kepada pihak ketiga. Namun, perawatan sempat terhenti karena tidak adanya alokasi anggaran pada tahun ini.
“Rencananya mulai 1 April akan ditempatkan sembilan petugas untuk merawat taman tersebut,” ujarnya.
Sejumlah warga mengaku khawatir dengan kondisi taman, terutama terkait kebersihan dan keamanan bagi anak-anak.
“Kalau kondisinya kotor seperti ini tentu tidak nyaman. Apalagi ini tempat bermain anak, kita juga khawatir ada hewan berbahaya,” kata Dimas, salah satu pengunjung.
Selain itu, warga juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung, seperti ketiadaan toilet umum di area taman.
DLHK Kukar menyebutkan penanganan awal telah dilakukan melalui penurunan petugas kebersihan dan kerja bakti di lokasi, sembari menyiapkan perawatan rutin mulai awal April. (atr/bby)








