okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah suasana pasca-Nyepi yang masih tenang, warga dari berbagai latar belakang agama berkumpul di Pura Paso Pati, Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Jumat (3/4/2026). Mereka hadir dalam kegiatan Dharma Santhi sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Caka 1948.
Tak hanya umat Hindu, sejumlah warga non-Hindu juga terlihat hadir. Mereka berbaur, saling bersalaman, dan berbincang dalam suasana yang berlangsung khidmat namun hangat.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri turut menghadiri kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap kehidupan sosial masyarakat yang majemuk di wilayah itu.
Dalam sambutannya, Aulia menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman yang ada di Kukar. Menurutnya, nilai yang diusung dalam perayaan Nyepi tahun ini mencerminkan cara pandang bahwa seluruh manusia merupakan satu keluarga besar.
“Keberagaman yang kita miliki bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk menciptakan daerah yang damai dan harmonis,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal umat agar tidak mudah terpengaruh hal-hal yang berpotensi memicu perpecahan.
Kehadiran warga lintas agama dalam Dharma Santhi ini mencerminkan kehidupan sosial di Kerta Buana yang sejak lama dihuni masyarakat dengan latar belakang beragam. Interaksi yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari keseharian warga di desa itu.
Kegiatan di Pura Paso Pati tersebut dihadiri tokoh agama dan masyarakat, serta menjadi bagian dari rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1948 di Kutai Kartanegara. (atr/bby)









