Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 17 Mei 2026 16:22 WITA

Warga Terdampak Sengketa HGU Siapkan Aksi “Ketuk Pintu Gubernur” di Samarinda


Poster seruan aksi “Ketuk Pintu Gubernur” yang akan digelar warga terdampak sengketa HGU di Samarinda. (Istimewa) Perbesar

Poster seruan aksi “Ketuk Pintu Gubernur” yang akan digelar warga terdampak sengketa HGU di Samarinda. (Istimewa)

okeborneo.com, SAMARINDA — Sejumlah warga Kalimantan Timur yang mengaku terdampak sengketa Hak Guna Usaha atau HGU berencana menggelar aksi damai bertajuk “Ketuk Pintu Gubernur” di depan Kantor Gubernur Kaltim.

Aksi tersebut disiapkan sebagai ruang penyampaian aspirasi masyarakat dari sejumlah daerah di Kaltim terkait persoalan agraria yang disebut belum menemukan penyelesaian.

Koordinator aksi, Nina Iskandar, mengatakan warga ingin pemerintah daerah mengambil peran lebih aktif dalam mendorong penyelesaian konflik antara masyarakat dan perusahaan pemegang HGU.

“Warga hanya ingin didengar dan mendapatkan keadilan atas persoalan tanah yang mereka hadapi,” kata Nina dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5/2026).

Menurut Nina, persoalan HGU tidak hanya berkaitan dengan administrasi kepemilikan lahan. Di lapangan, sengketa agraria juga disebut berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada lahan.

Dalam seruan aksinya, warga menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya pembentukan tim penyelesaian konflik HGU yang independen dan melibatkan masyarakat, audit terhadap HGU yang dinilai bermasalah, serta pencabutan HGU yang terbukti merampas tanah rakyat dan melanggar hukum.

Massa aksi juga meminta penghentian dugaan kriminalisasi terhadap petani, masyarakat adat, dan aktivis agraria. Selain itu, mereka mendorong prioritas reforma agraria serta penyelesaian hak ganti untung warga Bendungan Marangkayu yang disebut masih berproses di Pengadilan Negeri Tenggarong.

Nina mengatakan peserta aksi akan membawa dokumen pendukung sebagai bagian dari penyampaian aspirasi kepada Pemprov Kaltim. Massa juga menyiapkan spanduk dan pernyataan sikap yang akan dibacakan secara terbuka.

“Kami berharap pemerintah hadir dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut,” ujarnya.

Panitia aksi juga membuka ruang solidaritas bagi masyarakat lain yang menghadapi persoalan serupa di berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Nina memastikan aksi tersebut akan berlangsung damai dan berfokus pada penyampaian tuntutan penyelesaian konflik agraria.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya meminta tanggapan Pemprov Kaltim terkait rencana aksi dan tuntutan warga tersebut. (pep/bby)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual

21 Mei 2026 - 19:19 WITA

hewan kurban kukar

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong

Di Tengah Demo Samarinda, Drupadi Baladika Bagikan Mawar dan Gelar Tarian Adat

20 Mei 2026 - 16:33 WITA

Drupadi Baladika Kaltim

BNN Sita 92 Kg Sabu dan 1.000 Cartridge Etomidate di Kaltim, Diduga Terkait Jaringan DPO Faturahman

20 Mei 2026 - 11:36 WITA

92 Kg Sabu Kaltim

Aksi Ketuk Pintu Gubernur, Warga Bawa 20 Titik Konflik Agraria ke Pemprov Kaltim

19 Mei 2026 - 16:25 WITA

ketuk pintu gubernur
Trending di Pos-pos Terbaru