Menu

Mode Gelap

Otomotif · 1 Jun 2026 13:32 WITA

Dari Kontes Motor, Greyfit Modifest 2026 Dorong Ekosistem Otomotif Lokal


Deretan motor modifikasi dipamerkan dalam ajang Greyfit Modifest Series 2026 di Go Mall Samarinda, 30-31 Mei 2026. (Bobby/okeborneo.com) Perbesar

Deretan motor modifikasi dipamerkan dalam ajang Greyfit Modifest Series 2026 di Go Mall Samarinda, 30-31 Mei 2026. (Bobby/okeborneo.com)

okeborneo.com, SAMARINDA — Greyfit Modifest Series 2026 tidak hanya menjadi ajang memamerkan motor modifikasi. Gelaran yang berlangsung di Go Mall Samarinda pada 30-31 Mei 2026 itu juga dinilai dapat membuka peluang usaha baru di sektor otomotif lokal.

Jepunk, juri dari Ototrend, mengatakan kontes modifikasi motor memiliki peran lebih luas dari sekadar kompetisi tampilan kendaraan. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat mempertemukan modifikator, komunitas, bengkel, pembuat aksesori, hingga pelaku jasa pendukung otomotif.

“Acara seperti ini bukan hanya kontes dipajang saja, tapi bisa menimbulkan usaha baru, mulai dari tukang cat, tukang bubut, tukang bikin aksesori, sampai tukang rakit,” katanya.

Greyfit Modifest Series 2026 menghadirkan 15 kategori, mulai dari sunmori open, proper pemula, Thailand style, daily use open, fashion, vespa fashion, hingga meet up. Berbagai aliran modifikasi hadir dalam ajang tersebut.

Jepunk menyebut kegiatan ini menjadi seri pertama Greyfit Modifest pada 2026. Ia menilai animo peserta cukup besar karena Samarinda sudah lama tidak menjadi lokasi kontes modifikasi serupa.

“Ini event Greyfit Modifest seri pertama 2026. Ini pertama kali lagi setelah lama tidak diadakan di Samarinda. Karena lama sudah nggak ada kontes, jadi animonya luar biasa,” ujarnya.

Menurut Jepunk, perkembangan modifikasi motor di Kalimantan Timur juga menunjukkan peningkatan. Ia menilai kualitas modifikasi di daerah seperti Samarinda dan Balikpapan kini hampir setara dengan kota-kota besar di Jawa.

Perkembangan itu dipengaruhi oleh semakin terbukanya akses terhadap referensi, komponen, dan sparepart. Media sosial membuat tren modifikasi lebih cepat menyebar, sementara komponen variasi maupun custom lebih mudah diperoleh melalui jaringan online.

“Untuk modifikasi terutama di Kalimantan Timur, Balikpapan, Samarinda, dan kota-kota lain itu hampir setara dengan kota-kota terutama di Jawa,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Dulu, modifikator kerap menghadapi keterbatasan bahan baku, sumber daya manusia, dan komponen pendukung. Kini, banyak produk aftermarket dan komponen custom yang diproduksi pabrikan maupun bengkel rumahan.

Kemudahan tersebut membuat pemula lebih mudah masuk ke dunia modifikasi. Mereka tidak selalu harus membuat semua komponen sendiri, tetapi bisa memilih part yang sesuai konsep dan kebutuhan motor.

“Sekarang sudah banyak pabrikan atau rumahan yang membuatnya. Jadi gampang, tinggal beli, pasang. Apalagi buat pemula,” ujarnya.

Salah satu peserta, Iwan Subakti dari Gangnam Style, membawa Yamaha 125Z berwarna kuning emas dalam ajang tersebut. Motor itu mengusung konsep restorasi fashion dan dikerjakan sendiri olehnya.

Iwan mengaku mulai kembali menekuni modifikasi setelah masa pandemi Covid-19. Ia juga sudah mengikuti sejumlah event modifikasi di Tenggarong dan Balikpapan.

“Konsepnya restorasi fashion,” ujar Iwan.

Jepunk menilai modifikasi motor tidak harus selalu dimulai dari biaya besar. Menurutnya, mahal atau murah sangat bergantung pada kategori, konsep, dan tujuan modifikasi. Untuk kelas pelajar atau minimalis, motor tetap bisa tampil baik dengan anggaran yang lebih terbatas apabila pengerjaan dan konsepnya tepat.

Ia juga mengingatkan para modifikator agar tidak asal mengubah tampilan motor. Modifikasi untuk kontes harus mengikuti regulasi lomba, sementara modifikasi harian tetap perlu memperhatikan fungsi, kenyamanan, dan keselamatan.

“Sesuaikan dulu dengan kebutuhan dan peruntukannya. Tidak asal modifikasi,” katanya.

Melalui event seperti Greyfit Modifest Series 2026, ekosistem modifikasi di Kaltim dinilai memiliki ruang tumbuh yang lebih luas. Kontes tidak hanya menjadi tempat adu konsep, tetapi juga wadah untuk mempertemukan hobi, kreativitas, komunitas, dan peluang usaha otomotif lokal.

Di tengah perkembangan tren dan kemudahan akses komponen, kegiatan seperti ini dapat menjadi penggerak bagi pelaku otomotif daerah, mulai dari bengkel kecil, jasa pengecatan, bubut, aksesori, hingga perakitan motor. (bby)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hanya 10 dari 45 Anggota Hadir, Pertanggungjawaban APBD Kukar Gagal Diputuskan

28 Juli 2026 - 12:25 WITA

APBD Kukar

ASN Kukar Akan Presensi lewat Pindai Wajah dalam Radius 50 Meter

27 Juli 2026 - 20:50 WITA

aplikasi presensi ASN Kukar

Sejumlah Pejabat Pemkab Kukar Dilantik, Bupati Aulia Tuntut Pelayanan Lebih Cepat

27 Juli 2026 - 20:46 WITA

pelantikan pejabat Pemkab Kukar

Dari Panggung IDEF, Petala Borneo Gaungkan Erau lewat “Menjaga Adat”

25 Juli 2026 - 18:24 WITA

petala borneo

IWAPI Kukar dan STIE Tenggarong Buka Peluang Pelatihan hingga Magang Bisnis

25 Juli 2026 - 16:27 WITA

IWAPI Kukar STIE Tenggarong

Hetifah Ingatkan Lulusan STIE Tenggarong: Dunia Kerja Butuh Adaptasi, Bukan Sekadar Gelar

25 Juli 2026 - 14:55 WITA

STIE Tenggarong
Trending di Pendidikan