Menu ✖

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 14 Sep 2026 12:35 WITA

SIGAP UMKM, Diskop UKM Kukar Perkuat Pembinaan Usaha Mikro Berbasis Kebutuhan


 Humas DiskopUMKM Kukar (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Humas DiskopUMKM Kukar (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengembangkan inovasi SIGAP UMKM atau Sistem Inkubasi dan Penguatan Tata Kelola UMKM untuk meningkatkan efektivitas pembinaan pelaku usaha mikro.

Inovasi tersebut digagas Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop UKM Kukar, Santi Effendi, S.E. SIGAP UMKM dirancang untuk mengubah pola pembinaan yang sebelumnya berfokus pada pelatihan menjadi proses yang mencakup pemetaan kebutuhan hingga evaluasi perkembangan usaha.

Santi menjelaskan, setiap pelaku usaha memiliki kondisi, kemampuan, serta persoalan yang berbeda. Karena itu, pembinaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kesiapan masing-masing pelaku usaha.

“Melalui SIGAP UMKM, kami ingin mengetahui terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan pelaku usaha. Dari hasil asesmen tersebut, pendampingan diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas sehingga pembinaan lebih tepat sasaran dan hasilnya dapat dipantau,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, SIGAP UMKM diawali dengan pendataan dan verifikasi calon peserta. Selanjutnya dilakukan asesmen kebutuhan dan tingkat kesiapan usaha untuk menentukan segmentasi serta menyusun rencana pengembangan bagi masing-masing peserta.

Pendampingan kemudian diarahkan pada sejumlah aspek, seperti legalitas usaha, tata kelola, pencatatan keuangan, peningkatan kualitas produk dan kemasan, pemasaran digital, akses pembiayaan, hingga pengembangan jejaring dan kemitraan.

Perkembangan usaha peserta juga dipantau melalui sejumlah indikator. Di antaranya kelengkapan legalitas, perbaikan tata kelola dan pencatatan keuangan, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, kapasitas produksi, serta peluang memperoleh pembiayaan dan kemitraan.

Kepala Diskop UKM Kukar Muhammad Reza, S.T., M.Si., memberikan dukungan terhadap penerapan SIGAP UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pembinaan usaha mikro di daerah.

Menurut Santi, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata dilihat dari jumlah pelatihan atau kegiatan yang dilaksanakan. Ukuran lainnya adalah adanya perubahan yang dapat terlihat pada kondisi usaha setelah mendapatkan pendampingan.

“Kami ingin pembinaan UMKM menghasilkan perubahan yang dapat dilihat dan dibuktikan. Tidak harus langsung besar, tetapi ada kemajuan yang jelas dari kondisi awal menuju kondisi usaha yang lebih baik,” katanya.

Uji coba SIGAP UMKM dilakukan untuk melihat sejauh mana model pembinaan tersebut dapat diterapkan dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Hasil monitoring dan evaluasi menjadi bahan untuk melakukan penyempurnaan sebelum model tersebut dikembangkan dalam pembinaan UMKM secara lebih luas.

Melalui inovasi ini, Diskop UKM Kukar menargetkan pola pembinaan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berdasarkan kebutuhan pelaku usaha. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu usaha mikro berkembang secara bertahap dan meningkatkan kapasitasnya untuk naik kelas.

Program SIGAP UMKM mengusung semangat “UMKM Berdaya, Ekonomi Daerah Jaya.”(atr)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kukar Siapkan Fondasi SDM Berkualitas, 500 Satuan PAUD Jadi Modal Wajib Belajar Prasekolah

26 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Operasi Patuh Mahakam 2026, Dishub Kukar Perkuat Pengawasan Teknis Kendaraan

26 Oktober 2026 - 18:56 WITA

MGRM Bidik Bisnis Non-PI, Upaya Perkuat Sumber Pendapatan Daerah Kukar

26 Oktober 2026 - 18:55 WITA

Hetifah Sjaifuddian Dorong Masjid di Kukar Perkuat Pendidikan dan Kepedulian Sosial

26 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Pesantren Masa Depan, Hetifah Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Kesempatan Setara bagi Santri

26 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Aliansi Minta Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD di Muara Jawa Diusut

26 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru