Okeborneo.com, Samarinda– Dugaan bom udara militer atau mortir berukuran besar sisa peninggalan zaman perang, ditemukan penyelam tradisional di Sungai Mahakam, tepatnya di depan Kantor Pos, Jalan Gajah Mada, Samarinda pada Minggu (13/9/2026) sore.
Benda-benda militer kuno semacam ini pada umumnya dikategorikan sebagai Unexploded Ordnance (UXO) atau bom yang belum meledak.
Amat (42), salah satu karyawan pengepul besi tua mengatakan awalnya mereka tidak tahu benda tersebut sangat berbahaya, sehingga mereka memperlakukan benda tersebut seperti besi biasa.
“Besinya (mortir) datang jam setengah enam sore (17.30 WITA). Saat kami timbang beratnya sekitar 50 kilogram lebih,” ungkap karyawan UD Lima Putra, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir. tempat mortir tersebut diturunkan
Dia menjelaskan, mortir tersebut dibawa ke tempat mereka oleh seorang penyelam tradisional pada Pukul 17.30 WITA.
Menurut penuturan penyelam itu sendiri, benda tersebut ditemukan di perairan Sungai Mahakam kawasan Pasar Pagi Samarinda.
“Kami enggak tahu itu mortir. Tapi karena terlalu berat dan bentuknya aneh, akhirnya penyelam itu yang laporan ke polisi. Jadi kami juga enggak berani sentuh-sentuh lagi,” jelas Amat.

Sementara itu, Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Wahyu, menjelaskan mereka mendapat laporan keberadaan mortir itu pada pukul 23.23 WITA.
Para saksi mata mengatakan mortir itu ditemukan oleh penyelam tradisional yang kemudian dibawa ke pengepul besi tua.
“Penyelamnya menemukan mortir itu setelah salat asar (Pukul 16.00 WITA) pada jarak lima puluh meter dari bibir sungai di kedalaman 25 meter,” beber Aiptu Wahyu.
Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob Batalyon B Polda Kaltim untuk mengevakuasi mortir tersebut.
“Tadi sudah dievakuasi (pukul 00.32 WITA) ke Polsek Samarinda Seberang untuk diserahterimakan dan akan dibawa tim Gegana untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (pep)









