Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 16 Jul 2026 17:17 WITA

Stunting Kaltim 22,2 Persen, Dinkes Apresiasi Upaya Penanganan di Kukar


Ilustrasi pemeriksaan pertumbuhan anak sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. (Istimewa) Perbesar

Ilustrasi pemeriksaan pertumbuhan anak sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memperkuat penanganan stunting melalui kolaborasi bersama sejumlah mitra.

Apresiasi itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin setelah menghadiri peluncuran dan penandatanganan nota kesepahaman Program Gerakan Cegah Stunting demi Generasi Cemerlang atau GEMILANG di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Rabu, 15 Juli 2026.

Jaya mengatakan prevalensi stunting di Kalimantan Timur masih berada di angka 22,2 persen. Capaian tersebut masih lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional.

“Memang salah satu permasalahan di Provinsi Kalimantan Timur, angka stunting masih di atas angka nasional. Kalimantan Timur masih 22,2 persen,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8 persen. Dalam survei yang sama, Kalimantan Timur berada di angka 22,2 persen.

Dalam kegiatan peluncuran GEMILANG, prevalensi stunting Kukar disebut telah berada di kisaran 12 persen. Namun, sumber, periode, dan metode pendataan angka tersebut belum dijelaskan.

Sementara itu, data SSGI 2024 yang sebelumnya dipublikasikan pemerintah mencatat prevalensi stunting Kukar sekitar 14,2 persen. Perbedaan angka tersebut perlu dijelaskan karena dapat berasal dari periode atau sistem pencatatan yang berbeda.

Meski demikian, Jaya menilai Kukar menunjukkan perkembangan positif dalam menangani stunting. Ia mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah dan mitra, termasuk doctorSHARE dan Bayan Group.

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor dibutuhkan karena penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan. Intervensi juga perlu menyasar pemenuhan gizi, pola pengasuhan, sanitasi, kesehatan ibu dan anak, serta kondisi sosial keluarga.

Jaya berharap Program GEMILANG dapat melengkapi intervensi yang telah dijalankan Pemkab Kukar.

“Saya melihat intervensi terkait stunting sudah mengarah pada pola yang efektif dan lebih fokus terhadap sasaran yang ingin dicapai,” katanya.

Program GEMILANG diarahkan untuk memperkuat pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan keluarga. Program tersebut juga akan disinergikan dengan kegiatan penanganan stunting yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Jaya mengatakan pelaksanaan program perlu disertai pemantauan dan evaluasi agar dampaknya terhadap keluarga sasaran serta prevalensi stunting dapat diukur secara berkala.

Adapun angka 14 persen yang disebut dalam kegiatan bukan merupakan ambang batas stunting yang ditetapkan WHO. Organisasi tersebut mengategorikan prevalensi 10 hingga di bawah 20 persen sebagai masalah kesehatan masyarakat tingkat sedang.

Pemerintah daerah menargetkan prevalensi stunting di Kukar dapat terus ditekan hingga berada di bawah 10 persen. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kabut Asap Memburuk, Bupati Kukar Siapkan Sekolah Daring Mulai Kamis

1 September 2026 - 16:38 WITA

Kukar Bentuk Jejaring Tanggap Cepat Karhutla, Sumber Daya Perusahaan Dipetakan per Kecamatan

1 September 2026 - 16:37 WITA

Karhutla Ganggu Pembelajaran, Hetifah: Keselamatan Anak Harus Jadi Prioritas

31 Agustus 2026 - 22:43 WITA

Camat Sanga-Sanga Tegaskan Lahan Eks Tambang Tak Bisa Diterbitkan Surat Kepemilikan

31 Agustus 2026 - 16:32 WITA

DPRD Kukar Soroti SPT Lahan Eks Tambang Sanga-Sanga, Perusahaan Diminta Tuntaskan Reklamasi

31 Agustus 2026 - 16:31 WITA

Kabut Asap Menyelimuti Kota Raja, Warga Tenggarong Cemas Aktivitas dan Kesehatan Terganggu

30 Agustus 2026 - 18:51 WITA

Trending di Home