Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 27 Apr 2022 16:33 WITA

Lebih 2.500 Penumpang Mudik via Pelabuhan Samarinda


Lebih 2.500 Penumpang Mudik via Pelabuhan Samarinda Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA – Rabu (27/4/2022) siang tadi diprediksi menjadi puncak mudik Lebaran dari Samarinda menuju Pare-pare, Sulawesi Selatan. Dua kapal masing-masing KM Pantokrator dan KM Quen Soya masing-masing diberangkatkan pukul 13.00 Wita dan pukul 14.00 Wita.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda Mukhlish Tohepaly kepada media ini menyampaikan, total lebih dari 2.500 penumpang yang diberangkatkan dari Pelabuhan Samarinda.

Masing-masing 1.500 lebih dengan KM Pantokrator, serta lebih dari 1.000 orang dengan KM Quen Soya.

“Prediksi kami puncak mudik Kamis, tapi ternyata sudah terjadi pada hari ini. Jauh di luar prediksi kami,” sebut Mukhlish. Dikatakan, kapal yang terjadwal sejatinya hanya KM Pantokrator. Namun karena penumpang membeludak, sehingga didatangkan kapal tambahan KM Quen Soya yang masih satu operator dengan KM Pantokrator.

“Saudara-saudara kita ingin pulang, sudah dua tahun nggak pulang. Kelebihan penumpang dicarikan solusi, ada KM Quen Soya yang bersedia. Sehingga bisa ditampung di kapal ini,” sebutnya.

Dua kapal ini akan beriringan menuju Pare-pare. Dijadwalkan 18 jam akan sampai ke Pelabuhan Pare-pare. Sudah dikondisikan juga agar pelabuhan penerima siap. Kamis (28/4/2022) besok, masih ada satu kapal dan tetap diingatkan tidak melebihi kapasitas yang ada.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor Kesatuan Pengamanan dan Pengawasan Pelabuhan (KP3) Samarinda Kompol Subari menambahkan, kondisi mudik berjalan aman. “Ada dua kapal diberangkatkan. Padahal sudah ada jadwal kapal. Tapi semua mau berangkat lebih cepat, sehingga ada kapal tambahan,” ujarnya. Sengaja ada kapal tambahan untuk menampung penumpang yang membeludak, sehingga tidak melebihi kapasitas.

Sementara itu, membeludaknya penumpang menjadikan KM Pantokrator harus menjauh dari Pelabuhan Samarinda sebelum waktunya. Ini untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang di kapal tersebut.

Akibat hal tersebut, ada beberapa penumpang yang terpisah dengan kerabatnya karena KM Pantrokrator sudah harus melepaskan tambatan talinya. Sebagai gantinya, penumpang yang tertinggal diangkut dengan KM Quen Soya yang masih satu operator.

Sehingga penumpang tidak perlu membeli tiket lagi jika sudah mempunyai tiket dari KM Pantokrator. (ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 807 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PHK di Kukar Capai 2.496 Orang hingga Juli 2026, Tambang Batu Bara Mendominasi

4 Agustus 2026 - 20:53 WITA

PHK di Kukar 2026

Trafik Data Indosat di Kalimantan Naik 27,6 Persen pada Semester I 2026

29 Juli 2026 - 18:41 WITA

trafik data Indosat Kalimantan

HMI Desak Pemkab Kukar Buka Strategi Hadapi Tekanan Fiskal

23 Juli 2026 - 20:37 WITA

tekanan fiskal Kukar

Dilema Perizinan di Lingkar IKN, Ribuan Pekerja Tambang di Kukar Dibayangi PHK

6 Juli 2026 - 16:37 WITA

pekerja tambang lingkar IKN

Dinkop Kukar Tekankan Tata Kelola TKBM Karya Sejahtera dalam RAT 2025

30 Juni 2026 - 15:20 WITA

RAT TKBM Karya Sejahtera

Pemkab Kukar Waspadai Penurunan DBH Batu Bara Akibat Penyesuaian RKAB

27 Juni 2026 - 21:47 WITA

dbh batu bara kukar
Trending di Ekonomi