okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kampung Pancasila adalah sebuah tempat yang dibentuk dan didedikasikan untuk menanamkan dan mematrikan kembali nilai-nilai luhur Pancasila serta persatuan.
Saat ini desa Kerta Buana di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditetapkan sebagai Kampung Pancasila oleh Kodim 0906/Kutai Kartanegara (KKR) beberapa waktu lalu.
Dipilihnya Desa Kerta Buana menjadi Kampung Pancasila, karena desa tersebut memiliki keunikan, yakni memiliki keberagaman suku dan agama dalam satu desa, namun tetap akur dan damai.
Kepada Desa Kerta Buana, I Dewa Ketut Adi Basuki mengatakan, ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri untuk masyarakat Desa Kerta Buana. Dengan ditetapkan nya sebagai Kampung Pancasila ini menjadi bukti bahwasanya kerukunan antar umat di Kerta Buana sangat solid.
“Alhamdulillah tidak ada konflik yang berarti, hal-hal kecil bisa terselesaikan dengan musyawarah. Dan selama saya memimpin di desa ini tidak ada konflik. Mudahan untuk selanjutnya tetap terjaga kerukunan di Kertabuana,” harap I Dewa.
Saat ini, Desa Kerta Buana terkenal dengan kebhinekaan dan kemajemukan, ketika ada kegiatan ibadah agama lain masyarakatnya saling mendukung tidak ada perbedaan antar umat disini.
“Seperti Bulan Ramadan, masyarakat yang beda agama lain ikut membersihkan di lingkungan masjid, begitu juga sebaliknya ketika ada momen perayaan besar mereka saling membantu,” ujarnya.
Bisa dikatakan Desa Kerta Buana ini sebagai Indoensia mini, karena semuanya ada disini dari Agama Islam, Hindu, Budha, Katholik, dan agama Protestan semua lengkap. “Itulah alasan kenapa desa Kerta Buana disebut Indonesia mini karena memiliki keberagaman umat,” tutupnya. (atr/ob1/ef)








