okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang lebaran Iduladha tahun 2022. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang ada di beberapa tempat di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar.
Tujuan dilakukan pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dan memastikan bahwa hewan kurban aman dari virus tersebut. Sehingga dinyatakan layak untuk diperjualbelikan kepada masyarakat.
Kepala Distanak Kukar, Sutikno mengatakan, ini merupakan pemeriksaan tahap kedua. Artinya ketika tahap kedua dilakukan pemeriksaan semua hewan masih dalam keadaan sehat.
“Semua hewan kurban dinyatakan dalam keadaan sehat dan bisa diperjualbelikan, adapun tadi kita memberikan stiker kepada penjual ternak untuk menempelkan ke hewan kurban bahwasanya hewan kurban tersebut dalam keadaan sehat,” terang Sutikno.
Sutikno menyebutkan, bahwa untuk hewan kurban di seluruh Kukar dinyatakan sehat. Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan tersebar di 18 kecamatan untuk memastikan hewan tersebut sehat dari wabah PMK.
Dirinya memaparkan bahwa saat ini data ketersediaan hewan kurban tahun 2022 mengalami peningkatan sebanyak 33 persen dari tahun sebelumnya. Sapi tahun 2021 hanya sebanyak 2400 ekor, sedangkan untuk tahun 2022 mengalami peningkatan 3600 ekor.
Sedangkan untuk Kambing juga mengalami peningkatan yang signifikan. Diketahui pada tahun 2021 hanya berjumlah 614 ekor, adapun tahun 2022 menjadi 922 ekor. Selanjutnya Kerbau pada tahun 2021 sebanyak 51 ekor, tahun 2022 menjadi 77 ekor.
Sementara itu, dokter hewan, Gunawan menjelaskan, yang di cek itu kuku, sekitar mulut, banyak di temukan di mulut, di sekitar lidah, di mulut mengidap sariawan. Itu bisa dinyatakan terinfeksi wabah PMK.
“Kalau di kuku ada semacam garis putih kemerahan yg menjadi ciri khas penyakit PMK, kalau semakin parah, kuku nya akan lepas gak bisa berdiri, harus segera dipotong, ” jelas Gunawan.
Meski di Pulau Jawa tingkat penyebaran virus PMK tinggi sekali, sementara di Kaltim masih dinyatakan sebagai zona hijau atau aman. Rilis terakhir sebanyak 20 provinsi di seluruh Indonesia yang terinfeksi penyebaran wabah PMK.
drh Gunawan kembali menegaskan, untuk hewan kurban yang dilakukan pemeriksaan hari ini semua aman, tidak ada ditemukan tanda-tanda gejala PMK hingga mendekati hari puncak Iduladha. (atr/ob1/ef)








