okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang perhelatan Tenggarong Internasional Folk Arts Festival (TIFAF) pada tanggal 20 – 24 Juli mendatang. Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini telah melakukan koordinasi dengan Bupati Kukar dan akan melibatkan Komite Ekonomi Kreatif Kutai Kartanegara (Kekraf) Kukar.
Kepala Bidang (Kabid) Ekraf Dispar Kukar, David Haka mengatakan, Nantinya akan melibatkan semua pihak, adapun itu Kekraf sudah menyiapkan segala macam, dan termasuk melibatkan jasa vendor lokal.
Kemudian sudah ada beberapa perwakilan negara yang menyatakan untuk mengikuti ajang TIFAF tahun ini. Adapun negara yang sudah mengkonfirmasi, yaitu meliputi Negara Lithuania, Turkey, Korsel, Venezuela, Uni Emirat Arab (UEA) dan Negara Romania.
“Informasinya ada dua atau tiga negara lagi yang mau ikut berpartisipasi dalam event TIFAF, mudah-mudahan bisa, yang jelas kami target enam negara,” terang David, beberapa waktu lalu.
Selain dari luar negeri, 12 peserta dari 11 provinsi di Indonesia bakal ikut andil memeriahkan TIFAF 2022. Namun, masih dalam tahap konfirmasi dari provinsi masing-masing. Ditambah lagi delegasi dari 9 kabupaten/kota di Kaltim, dan 18 kecamatan yang ada di Kukar.
“Harapan Bupati Kukar, tim kecamatan yang harus diutamakan dan yang harus ditunjukkan ke semua orang,” lanjut David.
Menjelang pembukaan TIFAF pada 20 Juli 2022, dirinya mengatakan bahwa persiapan kini sudah mencapai 90 persen. Termasuk rencana kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno yang direncanakan untuk membuka langsung di Taman Kota Raja, Tenggarong.
Kehadiran menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu sangat diharapkan, mengingat Sandiaga juga memiliki agenda kunjungan ke Desa Wisata Pela, di Kecamatan Kota Bangun, yang masuk nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
“Kami berharap (Menparekraf) bisa datang tanggal 20 Juli terus lanjut ke Desa Pela. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” tutup David. (atr/ob1/ef)









