okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka memeriahkan Tenggarong Internasional Folks Art Festival (TIFAF) , Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tenggarong dimana Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam Prodeo Art Gallery bakal turut memeriahkan pagelaran TIFAF.
Prodeo Art Gallery Lapas Kelas II A Tenggarong berkesempatan menampilkan seni tari daerah yang bertempat di komplek Stadion Rondong Demang Tenggarong, Kamis (21/7).
“Ini kesempatan bagi WBP kami untuk tampil di gelaran bertaraf internasional”, ujar Kalapas Tenggarong Agus Dwirijanto
Agus menambahkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan WBP yang akan tampil agar maksimal dalam penampilannya. “Karena tidak hanya membawa nama Lapas Tenggarong tapi juga bagi WBP itu sendiri”, imbuh Agus.
Dipilihnya Lapas Kelas II A Tenggarong untuk turut ambil bagian pada event TIFAF tahun ini membuktikan bahwa berjalannya program pembinaan kepribadian bagi WBP di Lapas Kelas II A Tenggarong yang terdiri dari seni musik dan tari itu berjalan dengan sangat baik.
Untuk seni tari sendiri terbagi dalam 2 tim yang terdiri dari 12 orang WBP, dimana dalam latihannya Lapas Kelas II A Tenggarong bekerja sama dengan yayasan gubang untuk melatih kegiatan tersebut.
Dirinya juga menjelaskan bahwa momentum ini bisa jadi motivasi bagi pihaknya untuk terus mengoptimalkan program pembinaan kepribadian bagi WBP. “Bagi kami dengan segala keterbatasan ruang dan fasilitas bukan berarti tidak bisa dalam melakukan inovasi dan berkreasi”, ungkapnya
Diketahui , Prodeo Art Gallery sudah sering tampil pada event yang diselenggarakan di Kota Tenggarong terakhir pada expo KNPI beberapa waktu lalu.
Ditanya perihal rencana jangka panjangnya terhadap program pembinaan ini, Agus menegaskan bahwa pihaknya berencana pada tahun 2023 ingin menjadikan Lapas Kelas II A Tenggarong sebagai Lapas yang concern pada bidang seni dan multimedia. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, mengingat sumber daya manusia Lapas Kelas II A Tenggarong yang banyak dan mumpuni dalam bidang tersebut.
“Pada tahun 2021 kami sukses memproduksi film Bescov dan sempat booming di jajaran direktorat jenderal pemasyarakatan”, tutupnya. (atr/ob1/ef)








