Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 1 Agu 2022 14:51 WITA

Dispar Kukar Gandeng ATMI Untuk Perbaikan Wahana di Pulau Kumala


Dispar Kukar Gandeng ATMI Untuk Perbaikan Wahana di Pulau Kumala Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang dibukanya Pulau Kumala, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Asosiasi Tehnik Mesin Industri (ATMI) melakukan tinjauan untuk memastikan kondisi beberapa wahana yang sedang mengalami kerusakan agar bisa diperbaiki dan dioperasikan kembali seperti semula. Senin (1/8/2022).

Kepala Dispar Kukar, Slamet Hadiraharjo, melalui Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, M Ridha Fatrianti, mengatakan, Pemkab Kukar sudah menjalin kerjasama dengan ATMI, pada kesempatan ini juga pihaknya meminta ATMI untuk melakukan identifikasi apa sebenarnya permasalahan wahana yang ada di Pulau Kumala, kira-kira masih bisa diperbaiki atau tidak.

“Terkait biaya untuk sekarang masih belum bisa dikeluarkan dan belum dihitung. Yang jelas hasil peninjauan hari ini ada beberapa mesin dan wahana yang ada masih bisa diperbaiki. Yaitu wahana Sky tower dan kereta gantung,” ungkapnya.

Karena sejak tahun 2017 Pulau Kumala sudah diserahkan ke Dispar Kukar untuk dikelola dan kondisi wahananya tidak semua berfungsi secara maksimal. Dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berusaha berkomunikasi dengan beberapa pihak terkait termasuk dengan perusahaan yang membuat wahana.

“Tapi kami kesulitan karena perusahaan yang membuat wahana ini lokasinya berada di luar negeri,” terangnya.

Saat ini, pihaknya akan perlahan-lahan untuk membenahi semua infrastruktur yang ada di Pulau Kumala. Pihaknya akan melakukan perhitungan terlebih dahulu untuk estimasi biaya perbaikannya.

“Untuk sementara masih melihat pasarnya juga, karena Pemkab Kukar dengan keluasannya bukan hanya Pulau Kumala saja yang dipikirkan tapi secara keseluruhan. Apabila sudah melakukan perhitungan dan menguntungkan kita bisa minta ataupun menggandeng pihak swasta,” jelas Slamet.

Dirinya mengatakan, memang saat ini pihaknya masih mengalami keterbatasan di anggaran, tapi bukan tidak ada solusi. Diketahui saat ini sudah beberapa investor yang sudah masuk namun semuanya belum ada kepastian.

“Kita terbuka, kalau memang ada investor kerjasama. Mekanismenya di dalam aturan sudah ada, cuma memang pada saat ini ada beberapa yang sudah cuman belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Slamet menambahkan, dengan luasnya Pulau Kumala, pihaknya mencoba berkolaborasi dengan beberapa lembaga dengan fakultas pertanian yang ada di Kaltim. Dengan adanya permanfaatan lahan pihaknya bisa mengurangi biaya perawatan lingkungan di Pulau Kumala.

“Jadi saat ini sudah berjalan dan kita kasih space beberapa lahan untuk mereka uji coba lahan dan penelitian,” tutup Slamet. (atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Janji di Atas Kertas Akan Dicek ke Lapangan, Kukar Finalkan Arah Pembangunan 2027

20 April 2026 - 17:29 WITA

Pembangunan Kukar 2027

P3K Mundur Lebih Dihargai, Bupati Kukar: Daripada Terima Tapi Tak Pernah Datang

18 April 2026 - 16:55 WITA

P3K Kukar

Harus Tinggalkan Rumah hingga Sewa Tempat Baru, P3K Kukar Pilih Resign

16 April 2026 - 18:46 WITA

P3K Kukar

Dibangun Rp23 Miliar, Kini Dipenuhi Semak dan Aktivitas Negatif, Ini Kondisi Taman Replika Tenggarong

15 April 2026 - 17:03 WITA

Taman replika Tenggarong

Baru Dilantik, PJ Kades Jonggon Fokus Siapkan PAW dan Lanjutkan Program Desa

9 April 2026 - 17:29 WITA

PJ Kades Jonggon

Standar Mutu Konstruksi Kaltim Teratas Nasional, PUPR Provinsi Sabet Peringkat 1 Sutami Award 2025

2 Desember 2025 - 14:12 WITA

Sutami Award 2025
Trending di Pemerintahan