Menu ✖

Mode Gelap

Sosial · 6 Agu 2022 09:11 WITA

East Borneo Coffee Association Resmi Terbentuk untuk Kemajuan Kompetisi Kopi di Kaltim


 East Borneo Coffee Association Resmi Terbentuk untuk Kemajuan Kompetisi Kopi di Kaltim Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA — Indonesia tidak hanya sebagai negara penghasil kopi terbesar urutan keempat dunia namun juga kopinya terkenal dari kuantitas, kualitas dan juga variasinya.

Dengan semangat itu para pemuda Kaltim membentuk ‘East Borneo Coffee Association’ (EBCA). EBCA adalah suatu gerakan para pemuda untuk mendorong kemajuan kompetisi dunia perkopian khususnya di regional Kaltim.

Pada 4 Agustus 2022 di kedai kopi ‘GUDANG KENA’ jalan Juanda Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda terbentuk kepengurusan EBCA dengan susunan yakni Heri Bertus sebagai Ketua, Hadi Cahyo sebagai Sekjen, Ridwan sebagai Bendahara, Adhya di bidang Public Relation, Fadhlan dan Yandhito di bidang Academic compartment, Fadhlan dan Yandhito dan terakhir Diaz Maulana di bidang Event compartment.

Sekjen EBCA, Hadi Cahyo menjelaskan sesuai kesepakatan, EBCA akan dibagi menjadi 6 zona yang meliputi Zona 1 (Samarinda), Zona 2 (Balikpapan), Zona 3 (PPU dan Paser), Zona 4 (Kukar, Kubar, Mahulu), Zona 5 (Kutim & Bontang), Zona 6 (Berau dan Kaltara).

“Jikalau kawan kawan Kaltara tidak ingin bergabung, maka Berau akan masuk pada Zona 5. Setiap kabupaten/Kota silahkan diskusikan siapa yang akan menjadi perwakilan di kepengurusan EBCA,” ucap Cahyo sapaan akrabnya.

Cahyo juga mengatakan dalam waktu dekat akan ada EBCA Brewing ALL-Star dimana kegiatan tersebut akan mengumpulkan juara-juara di setiap kota dan akan di kompetisikan lagi.

“Nantinya pemenangnya akan mendapatkan uang sebesar Rp 10 Juta serta diupayakan mendapatkan slot ICE League Regional Timur,” sebutnya.

Workshop juri juga akan dilaksanakan ketika koordinator Kompartement SCAI menunjuk Rep juri dari mereka. Dua juri Rep dari SCAI untuk workshop di Kaltim (Manual Brew & Latte Art).

“Nantinya ketika mengikuti workshop juri, maka tidak boleh mengikuti kompetisi di daerah. Tidak termasuk fun battle atau throwdown,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cahyo menjelaskan workshop dan kalibrasi kompetitor juga akan dilaksanakan sebelum diselenggarakannya workshop juri.

“Pertemuan selanjutnya pada Kamis 11 Agustus 2022 dengan agenda membahas AD/ART EBCA serta membahas proses legalitas dan sumber dana, serta membahas urusan kepentingan EBCA lainnya. Selain itu juga mengumpulkan nama untuk menjadi pengurus dari setiap kabupaten/kota,” pungkasnya. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 361 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Brida Kukar Tekankan Kelengkapan Dokumen Inovasi OPD, Jadi Penentu Penilaian Indeks Daerah

24 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemkab Kukar Minta Hak Konsesi Pertambangan dan Alokasi Gas ke Pusat

24 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Tingkatkan Perekonomian Daerah, Pemkab Kukar Bawa TPID Raih Juara Kalimantan 4 Tahun Beruntun dan Gulirkan Kredit Kukar Idaman

24 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Karhutla di Kukar, Aulia Koordinasi dengan BNPB Minta Bantuan Helikopter

23 Oktober 2026 - 20:55 WITA

Aulia Rahman Basri Tegaskan Gerakan Etam Mengaji Berlanjut, Kukar Bidik Juara Umum MTQ Kaltim

23 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Pejabat Administrator dan Pengawas Kukar Dilantik, Diminta Perkuat Kinerja dan Inovasi

23 Oktober 2026 - 20:50 WITA

Trending di Advertorial