okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ketua Dewan Pembina Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah secara resmi telah melantik 350 orang sebagai Badan dan Sayap PDIP Kukar, di halaman parkir, Kantor DPC PDIP Kukar, Senin (24/1/2023).
Nantinya 350 kader PDIP Kukar tersebut bakal mengisi masing-masing badan diantaranya, Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), Badan Pendidikan dan Pelatihan (BADIKLAT), Badan Pemengan Pemilu (BP-PEMILU), Badab Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR), Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA), Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK), dan Badan Kebudayaan Nasional (BKN).
Adapun untuk Sayap Partai, terdiri dari sebagai berikut, Banteng Muda Indonesia (BMI), Taruna Merah Putih (TMP), Biatul Muslimin Indonesia (BAMUSI), Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI), dan Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM).
Ketua DPC PDI-P Kukar, Edi Damansyah mengatakan, pelantikan Badan dan Sayap PDIP Kukar ini bagian dari penguatan struktur karena didalam AD/ART mengharuskan Badan Sayapnya terbentuk. Oleh karena itu, hari ini dilakukan pelantikannya.
“Harapannya dengan struktur yang sudah terbentuknya badan sayap ini, sudah bisa mulai bekerja. Bersinergi, bersilaturahmi dengan warga masyarakat, ” pintanya.
Ditanya tentang persiapan Pemilu 2024, Edi pun belum bisa berbicara banyak mengenai strategi 2024. Mengingat, pengurus Badan dan Sayap PDIP yang baru dilantik. “Nanti kita lihat dalam perjalanannya dulu. Kami masih mapping kondisi yang ada di wilayah Kukar, ” katanya.
Dirinya pun menginstruksikan kepada seluruh pengurus Badan dan Sayap PDIP Kukar untuk bisa solid dengan struktur partai. Selanjutnya ia juga meminta untuk segera turun ke masyarakat dengan melakukan sosialisasi, bersilaturahmi dengan kelompok profesi seperti tokoh agama.
“paling tidak datang bersilaturahmi menyapa dulu, intinya harus satu frekuensi turun ke bawah karena PDIP partai wong cilik jadi bagaimana memperjuangkan hak-hak masyarakat, ” ucapnya.
Dirinya berharap semoga dengan struktur ini bisa melengkapi dengan data-data yang telah dihimpun melalui hasil bersosialisasi dan bersilaturahmi. Sehingga bisa menampung aspirasi masyarakat. Dan tidak menutup kemungkinan itu bisa disambungkan dengan baik. “Hal seperti itulah dulu yang kita lakukan, ” pungkas Edi. (atr/ob1/ef)








