okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak 33 orang wartawan secara resmi dilantik menjadi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) adapun seluruh pengurus PWI Kukar dilantik langsung oleh Ketua PWI Kaltim Endro S Effendi di gedung Serbaguna, Kantor Bupati Kukar, Selasa (31/1/2023).
Sedangkan dalam proses pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kukar diantaranya, Bupati Kutai Kukar Edi Damansyah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Dandim 0906/KKR Letkol InfJeffry Satria.
Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid pun turut mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus baru PWI Kukar periode 2022-2025. Dirinya meminta agar PWI Kukar bisa bersinergi dengan baik bersama DPRD Kukar serta stakeholder dalam menjalankan tugasnya. Khususnya, dalam hal memberikan informasi yang objektif dengan informasi-informasi setiap kejadian di Kukar.
“Harapan kita PWI Kukar ini bisa menjadi corong informasi yang cerdas bagi masyarakat Kukar, ” harap Rasid.
Rasid menilai, seluruh wartawan di Kukar memiliki keterampilan khusus. Mereka semua menjalankan tugasnya dengan baik ketika sedang bertemu dengan narasumber khususnya anggota DPRD Kukar.
“Selama ini bagus-bagus saja. Dalam berkomunikasi dengan kami untuk menggali informasi dengan kita, kemudian menyampaikan informasi itu wajar wajar saja. Sesuai dengan situasi dan kondisinya, ” ujarnya.
Oleh karena itu, Rasid meminta kepada kawan- kawan media harus bisa menyampaikan informasi-informasi yang objektif berkaitan langsung dengan kondisi di lapangan. Mengingat, wartawan ini memiliki peran penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
Ditambahkan Rasid, PWI Kukar juga bisa untuk mengkoordinasikan seluruh wartawan yang ada di Kukar untuk melakukan kontrol terhadap informasi-informasi yang tidak objektif. Oleh karena itu, selaku induk lembaga bisa mengayomi dan mengontrol. Semoga dibawah kepemimpinan yang baru ini bisa lebih solid lagi dan terkoneksi lagi dengan baik.
“Kalau informasi-informasi itu positif pastinya berdampak baik kepada masyarakat, kalau tidak. Justru bisa menimbulkan fitnah dan sebagainya, ” pungkas Rasid. (atr/ob1/ef)








