okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Jalan penghubung antara dua desa di Kecamatan Muara Kaman yakni, Desa Teratak, dan Benua Puhun sepanjang 3,6 kilometer (KM), mengalami kerusakan berat. Di mana jalan tersebut merupakan salah satu akses utama masyarakat Teratak dalam beraktivitas sehari-harinya.
Bahkan, beberapa waktu yang lalu sering terjadi kecelakaan dimana masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua sering terjatuh yang disebabkan licinnya jalan dan berlumpur. Tidak hanya itu, setiap paginya para orang tua dan anak-anak yang ingin berangkat ke sekolah dengan menggunakan jalan pun sering juga terjatuh akibat dari rusak nya jalan.
Hingga saat ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Teratak. Telah bergotong-royong bersama masyarakat untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut dengan menggunakan pecahan material batu dengan menggunakan satu buah alat berat mini excavator.
“Saat ini bersama masyarakat, LPM dan BPD desa sedang melakukan perbaikan jalan sementara. Agar bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat,” ungkap Kades Teratak, Abdul Kadir, Sabtu (4/2/2023).
Ia mengungkapkan, jalan tersebut telah rusak sejak lama. Namun, sepanjang tahun 2022 jalan tersebut sering direndam banjir. Akibat dari banjir tersebut, jalan yang biasanya mulus kini menjadi lumpur dan licin.
“Ini tidak hanya karena banjir, mengingat saat ini masuk musim hujan yang juga ikut memperparah keadaan jalan tersebut,” katanya.
Maka dari itu, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Mengingat, jalan ini merupakan jalan penting bagi masyarakat dimana setiap harinya biasa digunakan untuk antar jemput anak sekolah.
“Setiap pagi itu warga mengantarkan anaknya berangkat sekolah melintasi jalan tersebut ada yang terjatuh . Pesan kami ke pemerintah kabupaten agar segera direalisasikan, untuk pembenahan jalan minimal pembenahan badan jalan dulu untuk mengantisipasi banjir,” pungkasnya.(atr/ob1/ef)








