okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran adalah bencana yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di bulan Ramadhan. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar apel siap kesiagaan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, berlokasi di Waduk Panji, Kecamatan Tenggarong, Minggu (13/3/2023).
Bupati Kukar , Edi Damansyah mengatakan, apel kesiagaan dan latihan untuk pasukan damkar dan para relawan Balakar se- Kecamatan Tenggarong. Juga untuk bersiap menyambut bulan Suci Ramadhan, mengingat di satu bulan tersebut bisa berpotensi terjadinya musibah kebakaran pemukiman.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih, bahwa BPBD Damkar ini sudah berupaya mensiagakan, kita terus berdoa agar tidak tertimpa musibah kebakaran, tapi ini bentuk kesiagaan,” ucap Edi.
Edi mengingatkan, agar semua peralatan bisa digunakan disaat ada bencana musibah kebakaran pemukiman terutama yang berkaitan dengan sumber saya manusia dan peralatan yang digunakan.
“Jadi peralatan ini seperti tadi disampaikan Kalak BPBD selama ini tidak terurus, tidak berfungsi tapi setelah diperbaiki, dan diujicoba sangat baik,” katanya.
“Jadi saya minta peralatan ini terus dijadwal dengan baik untuk melakukan perawatan dan mensiagakan sehingga kalo ada kejadian kita siap,” tambahnya.
Lebih lanjut, dengan apel kesiagaan ini tentu peran mereka akan lebih besar lagi dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Sebab, intensitas masyarakat baik itu ibadah maupun penyiapan konsumsi keluarga menjadi lebih tinggi. ” Berdasarkan data yang dihimpun mayoritas penyebab kebakaran di wilayah pemukiman disebabkan oleh kompor meledak dan listrik arus pendek, dua hal itu,” sebutnya.
Untuk itu, Edi meminta kepada BPBD Kukar untuk mengkoordinir semuanya agar terhubung mulai dari Camat, Lurah, RT dan relawan Balakar untuk dapat menyampaikan himbauan ke masyarakat. ” itu yang penting mengingatkan agar masyarakat tetap hati-hati, “pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar, Fida Hurasani, mengatakan, baik itu BPBD Kukar dan rekan Balakar diminta untuk siap siaga, kalau bisa ditingkatkan dua kali lipat lagi kesiap siaga nya. Sebab di bulan Suci Ramadhan ada kehidupan sosial yang tidak lazim selama satu bulan penuh.
“Orang tidur dirubah jam nya untuk memasak, adapun faktor keteledoran manusia hampir 90% menyebabkan musibah kebakaran,” ungkapnya.
Maka dari itu, BPBD Kukar terus melakukan patroli terutama di kawasan-kawasan padat penduduk, sebab ada beberapa wilayah yang belum memiliki pos damkar untuk itu wilayah tersebut bakal menjadi prioritas patroli pihak Damkar.
“Yang berada jauh seperti di Loa Ipuh Darat tidak ada pos, mungkin akan lebih banyak mondar mandir di daerah yang memang kalah jarak ,” pungkas Fida. (atr/ob1/ef)








