okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan perkenalan sekaligus edukasi kepada anak-anak usia dini. Dilakukannya edukasi ini diharapkan bisa menanamkan pola pikir terhadap bahayanya api atau musibah kebakaran kepada anak-anak tersebut.
Dalam edukasinya, anggota pemadam kebakaran mengenalkan beberapa alat dan mobil pemadam kebakaran yang biasa digunakan dalam menangani musibah kebakaran sekaligus mengajarkan bagaimana melakukan pemadaman api. Hal tersebut disambut antusias oleh seluruh anak-anak yang mengikuti edukasi tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar, Fida Hurasani, mengatakan, kegiatan edukasi dulunya pernah ada, tapi tidak sering. Namun sekarang BPBD Kukar kembali melaksanakan edukasi kepada anak-anak usia dini. Adapun program pengenalan ini sudah berjalan hampir empat bulan.
“Empat bulan jalan saya memimpin disini hampir tiap minggu ada edukasi kepada anak usia dini. Tapi kami menyambut baik bahwasanya ini bagian dari edukasi pengenalan terhadap kelembagaan khususnya pemadam kebakaran,” kata Fida, Senin (13/2/2023).
“Anak-anak itu menganggap dunia pemadam kebakaran itu dunia main-main karena disitu ada air lalu ada sarana prasarana unik-unik jadi juga sebagai daya tarik,” tambahnya.
Fida memastikan untuk melakukan pengenalan dan edukasi tidak dipungut biaya (gratis). Pihaknya memastikan siap untuk memfasilitasi apabila ada kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanak (TK). Dengan syarat mengajukan surat permohonan kepada BPBD Kukar.
“Kita fasilitasi dan kita pastikan untuk berkunjung disini tidak ada dikenakan biaya atau gratis. Bahkan Dharma Wanita unit pelaksana itu juga berhubungan dengan edukasi ini. Maka dari itu, kita fasilitasi dengan sebaik mungkin,” sebut Fida.
Lebih lanjut, Fida menganggap edukasi tentang bahaya api sangat penting bagi anak-anak usia dini. Menurutnya, dalam pola pikir anak-anak tersebut apa yang dilakukan anak-anak tersebut semua benar tidak ada yang salah dalam psikologinya.
“Tidak ada anak-anak yang salah. Seandainya, mereka bermain korek api itu kan kalau tidak dikasih tau bahaya api bisa berbahaya, untuk itu kita kenalkan cara memadamkan api ringan walaupun itu diluar nalar dan kemampuan mereka tapi mereka harus mengenal bahayanya api, teman teman di daerah lain juga seperti itu. Secara global tentang pemadaman kebakaran itu juga sudah mendarah daging di kalangan usia dini. Diluar negeri sana betapa lengkapnya sapras dalam pengenalan terhadap pemadam kebakaran kepada usia dini,” pungkas Fida. (atr/ob1/ef)








