okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Awang Yacoub Luthma (AYL) dan Ahmad Zais (AZA), resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar sebagai peserta Pilkada melalui jalur perseorangan. Proses pendaftaran yang berlangsung hari ini menjadi momen penting dalam perjalanan politik keduanya, setelah berhasil mengantongi dukungan masyarakat yang signifikan.
“Proses pendaftaran ini adalah titik kulminasi dari perjuangan kami selama ini. Ini adalah dasar hukum yang kuat bagi kami untuk maju dalam Pilkada Kukar,” ungkap AYL dalam keterangannya usai pendaftaran.
AYL juga menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi modal utama mereka dalam pencalonan ini. “Kami menerima amanah dari masyarakat yang datang dan mendukung kami sepenuhnya, sehingga kami bisa lolos melalui jalur perseorangan,” tambahnya.
Target Suara dan Strategi Pemenangan
Mengenai target suara, AYL menyatakan tidak ingin terlalu muluk-muluk. Dengan basis dukungan awal sekitar 7.000 suara dan hasil verifikasi faktual yang mencapai 41.700 suara, mereka optimis dapat meraih setidaknya 70.000 suara. “Ketua tim pemenangan kami bahkan yakin bisa lebih dari itu,” ujarnya.
Untuk memastikan kemenangan, AYL dan AZA telah menyiapkan tim yang tersebar di 20 kecamatan, mencakup ratusan desa yang siap mendukung mereka dalam kampanye di lapangan.
Visi Misi: Perubahan Nyata untuk Kukar
Dalam visinya, AYL dan AZA berkomitmen untuk menghapus BPJS kelas tiga dan menggratiskan biaya pendidikan, termasuk seragam sekolah, guna meringankan beban orang tua. Mereka juga bertekad untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran mendekati angka 1 persen. “Kami ingin mempermudah akses kesehatan dan pendidikan bagi seluruh masyarakat Kukar,” jelas AYL.
Selain itu, mereka juga berencana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kukar yang saat ini berada di angka Rp 500 miliar menjadi sekitar Rp 3,5 hingga 4 triliun. “PAD yang lebih besar akan kami gunakan untuk menuntaskan masalah kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan, bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.
Komitmen untuk Pembangunan Desa dan Ketahanan Pangan
Mengenai penganggaran desa, AYL menyatakan bahwa desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten. “Kami akan bersinergi dengan pemerintah desa, kabupaten, dan pusat untuk menuntaskan kemiskinan di Kukar dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.
Dalam sektor pertanian, mereka menargetkan pencetakan 5.000 hingga 10.000 hektar sawah baru untuk mencukupi kebutuhan beras di Kukar. “Kami ingin Kukar mandiri dalam hal pangan, dan pegawai serta masyarakat tidak perlu lagi mengonsumsi beras dari luar daerah,” tegas AYL.
IKN dan Pemekaran Wilayah
Menanggapi isu terkait Ibu Kota Negara (IKN) baru, AYL dan AZA berkomitmen untuk mempercepat pembangunan di sekitar wilayah IKN. Mereka juga berencana membentuk tiga kota madya baru di Kukar sebagai bagian dari pemekaran wilayah, guna memastikan pemerataan pembangunan di seluruh daerah.
“Jangan sampai IKN berkembang pesat sementara Kukar tertinggal. Kami akan pastikan Kukar turut menikmati dampak positif dari keberadaan IKN,” pungkas AYL.
Dengan visi dan misi yang jelas, serta dukungan masyarakat yang solid, pasangan AYL dan AZA optimis dapat meraih kemenangan dalam Pilkada Kukar 2024. (rl/ob1/ef)








