Menu ✖

Mode Gelap

Sosial · 12 Apr 2022 15:15 WITA

Balap Lari Hingga Sepeda jadi Hiburan Warga di Tenggarong Jelang Sahur


 Balap Lari Hingga Sepeda jadi Hiburan Warga di Tenggarong Jelang Sahur Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ratusan warga Tenggarong begitu bersemangat, pasalnya walau waktu telah menunjukkan pukul 01.00 Wita pada Minggu, 10 April 2022, dini hari. Sekian banyak orang yang didominasi usia muda ini tengah memperhatikan balap lari dan sepeda di waktu subuh itu.

Bukan tanpa alasan semenjak awal bulan Ramadan, dua cabang olahraga ini semakin ramai dilakukan. Pasalnya pemuda Tenggarong yang awalnya hanya melakukan balapan sebagai hiburan dan maksud mengisi kegiatan hingga waktu sahur tiba. Nyatanya semakin banyak peminat dan penontonnya. Bukan itu saja, kegiatan yang berlangsung di Jalan Diponegoro, selama sepekan belakangan bukan hanya diikuti masyarakat namun juga hingga atlet level nasional.

Melalui Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Kartanegara (Kukar), Rahman, saat di temui reporter media ini. Dirinya yang turut serta sebagai penonton. Mengatakan diketahuinya event ini hanya dadakan. Mengisi waktu luang di kala libur bulan suci Ramadhan kali ini, juga sekaligus sebagai hiburan rakyat. “Saya rasa ini event positif, dari pada balap liar sepeda motor yang lebih beresiko kecelakaan, mending event sehat ini,” ungkapnya.

Terus Maman, kegiatan berlari dan balap sepeda menjadi pertandingan, awalnya hanya ide iseng dari beberapa orang pemuda. Namun menjadi kegiatan rutin memasuki hari kesembilan di bulan Ramadan, saat ini. “Saya dari KONI setuju saja ini dilaksanakan terus, nanti kita coba fasilitasi, semoga bisa menjaring calon atlet Kukar,” jelasnya.

Tambahnya di satu sisi kegiatan ini juga, sebagai hiburan masyarakat. Sebab sejak awal pandemi hiburan di Tenggarong sangat terbatas. “Ini salah satu bentuk hiburan di Ramadan. Walaupun tidak resmi, tetapi secara spontanitas dilakukan oleh para kaum muda di Tenggarong,” tutur Rahman.

Sedangkan Deri Wirayuwanda, pria berusia 28 tahun, yang diketahui sebagai atlet cabang olahraga BMX dan freestyle dari Kukar ini menjadi salah satu peserta dalam balapan dini hari tersebut. Mengetahui kegiatan ini hanya spontanitas dan dimulai oleh beberapa pemuda di Tenggarong, namun karena diunggah dan viral di media sosial. Membuat peserta dan penontonnya semakin banyak setiap malamnya. “Kegiatan balap lari juga bersepeda ini. Bukan hanya sebagai sarana olahraga namun menjaga kesehatan pesertanya,” sebutnya.

Lebih lanjut, pria yang pernah mewakili tim Provinsi Kaltim di PON Riau 2012 ini mengatakan. Kegiatan seperti ini juga disebutnya sebagai solusi bagi remaja agar tidak memiliki niat balapan liar sepeda motor. Yang marak dan sebelumnya banyak dikabarkan menyebabkan kecelakaan dan korban jiwa. “Kita senang teman-teman mau menjadikan kegiatan ini sebagai ajang rutin, karena bisa menghindarkan generasi muda dari hal negatif,” bebernya.

Walau kegiatan ini hanya swadaya dari beberapa komunitas pemuda dan olahraga di daerah ini. Diharap nya kegiatan yang di gelar sejak awal bulan Ramadan ini bisa dijadikan agenda resmi Pemkab Kukar, saat ini. Atau sebagai tempat pencari bakat serta pengurus cabang olahraga mencari calon atlet di Kukar. “Dari kegiatan seperti ini juga bisa menjadi tempat untuk menemukan atlet berprestasi,” tungkasnya.

“Awal Ramadan mereka setiap hari mengadakan ini, jadi kita pantau ternyata ini positif. Kita ambil alih pada malam minggu, kita arahkan agar menjadi event positif dan resmi,” ujar Ketua Panitia Perlombaan, Zamil Karim, kepada media ini.

Sebelumnya, Milenial Tenggarong hanya melaksanakan perlombaan ini sebagai sarana mengisi waktu. Namun pihaknya menilai hal itu bisa menjadi sarana olahraga hiburan rakyat. Selain itu dinilainya antusias warga sangat tinggi setiap malamnya. Oleh sebab itu sebut Zamil, pihaknya membantu agar kegiatan seperti itu punya regulasi. “Kita rencanakan untuk event resmi setiap malam minggu, dengan hadiah yang ditambah,” jelasnya.

Sambungnya pada Minggu dini hari total ada 40 peserta dari dua kategori balapan itu. Dan di ikuti peserta dari Tenggarong, Samarinda, dan Bontang, sebutnya. Pihaknya juga memberikan hadiah uang tunai kepada tiga peserta terbaik, di dua kategori olahraga itu. “Total hadiah tiga juta, itu swadaya dan sponsor dari teman-teman di Tenggarong,” ungkapnya.

“Sebenarnya bukan perlombaan namun hanya mengisi kegiatan pemuda menanti waktu sahur,” ujar Wakil Ketua DPRD Kukar, Didik Agung Eko Wahono, yang turut menonton, kegiatan ini.
Disebut Didik, juga bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya hiburan namun, untuk menjaga kesehatan dan imunitas selama bulan Ramadan. Kegiatan ini juga positif walau bukan digelar resmi oleh pemerintah. Namun sarana menghindarkan anak muda Tenggarong, dari nilai negatif seperti balap motor. “Dan semuanya hanya spontanitas dari sesama penggiat olahraga,” tutupnya. (*ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 236 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Brida Kukar Tekankan Kelengkapan Dokumen Inovasi OPD, Jadi Penentu Penilaian Indeks Daerah

24 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemkab Kukar Minta Hak Konsesi Pertambangan dan Alokasi Gas ke Pusat

24 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Tingkatkan Perekonomian Daerah, Pemkab Kukar Bawa TPID Raih Juara Kalimantan 4 Tahun Beruntun dan Gulirkan Kredit Kukar Idaman

24 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Karhutla di Kukar, Aulia Koordinasi dengan BNPB Minta Bantuan Helikopter

23 Oktober 2026 - 20:55 WITA

Aulia Rahman Basri Tegaskan Gerakan Etam Mengaji Berlanjut, Kukar Bidik Juara Umum MTQ Kaltim

23 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Pejabat Administrator dan Pengawas Kukar Dilantik, Diminta Perkuat Kinerja dan Inovasi

23 Oktober 2026 - 20:50 WITA

Trending di Advertorial