Menu

Mode Gelap

Advertorial · 23 Sep 2025 16:16 WITA

Bank Sampah di Kukar Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block hingga Bahan Bakar Alternatif


Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menunjukkan hasil olahan bank sampah yang mampu memberi nilai tambah dari sampah plastik. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menunjukkan hasil olahan bank sampah yang mampu memberi nilai tambah dari sampah plastik. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Dulu sampah hanya dipandang sebagai masalah, menumpuk di sudut-sudut kota dan membebani TPA. Kini, paradigma itu perlahan bergeser. Melalui bank sampah, limbah rumah tangga yang kerap dianggap tak berguna mulai berubah wajah menjadi produk bernilai ekonomis.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kutai Kartanegara, Irawan, menyebut pengelolaan sampah berbasis bank sampah terbukti mampu memberi manfaat ganda. Tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menciptakan peluang usaha bagi masyarakat. “Jika sampah ini dikelola melalui bank sampah, sebagian besar bisa dimanfaatkan kembali. Plastik, kardus, hingga kresek bisa diolah menjadi produk yang bernilai,” katanya di Tenggarong.

Berbagai inovasi telah lahir dari tangan-tangan kreatif pengelola bank sampah di Kukar. Sejumlah bank sampah sudah memproduksi paving block dari sampah plastik. Produk ini bukan sekadar ramah lingkungan, tetapi juga memiliki kualitas cukup baik dan layak jual di pasaran. Paving block berbahan sampah plastik bahkan mulai digunakan dalam proyek kecil di tingkat lokal, menunjukkan bahwa daur ulang bisa menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Tak berhenti di situ, pengembangan juga dilakukan di wilayah lain. Di Tenggarong Seberang dan Loa Kulu, bank sampah berhasil mengolah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Teknologi pirolisis sederhana dipakai untuk mengubah sampah plastik menjadi cairan yang bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak. Inovasi serupa juga mulai berkembang di Muara Jawa, menegaskan bahwa solusi lokal dapat menjawab persoalan global.

Irawan menekankan, langkah ini selaras dengan kebijakan pemerintah mendorong konsep ekonomi sirkular. Dengan mengolah kembali sampah, rantai nilai baru tercipta: beban TPA berkurang, masyarakat mendapat manfaat ekonomi, dan lingkungan menjadi lebih bersih. “Kalau masyarakat ikut terlibat, sampah bukan lagi dianggap beban, tetapi bisa menjadi sumber daya,” pungkasnya.

Transformasi yang digerakkan bank sampah ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan bukan sekadar urusan teknis, melainkan juga pemberdayaan masyarakat. Dengan partisipasi warga, Kukar berpotensi menjadi daerah yang tidak hanya berhasil mengurangi sampah, tetapi juga mampu menjadikannya motor ekonomi baru. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual

21 Mei 2026 - 19:19 WITA

hewan kurban kukar

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong

Di Tengah Demo Samarinda, Drupadi Baladika Bagikan Mawar dan Gelar Tarian Adat

20 Mei 2026 - 16:33 WITA

Drupadi Baladika Kaltim

BNN Sita 92 Kg Sabu dan 1.000 Cartridge Etomidate di Kaltim, Diduga Terkait Jaringan DPO Faturahman

20 Mei 2026 - 11:36 WITA

92 Kg Sabu Kaltim

Aksi Ketuk Pintu Gubernur, Warga Bawa 20 Titik Konflik Agraria ke Pemprov Kaltim

19 Mei 2026 - 16:25 WITA

ketuk pintu gubernur
Trending di Pos-pos Terbaru