Menu

Mode Gelap

Distanak Kukar · 26 Mei 2025 14:09 WITA

Bulog Gandeng Gapoktan Serap Gabah Petani di Tujuh Kecamatan Kukar


Teks foto : Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Teks foto : Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Harga Gabah Kering Panen (GKP) yang saat ini mencapai Rp6.500 per kilogram dinilai sangat membantu para petani di Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk menjamin hasil panen petani terserap dengan baik, Perum Bulog menjalin kemitraan strategis dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan sejumlah penggilingan padi di wilayah Kukar.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa saat ini sudah terbentuk kemitraan tertulis antara Bulog dan Gapoktan di tujuh kecamatan, antara lain Loa Kulu, Tenggarong Seberang, Marangkayu, Tenggarong, serta beberapa wilayah lainnya.

“Kami dari Dinas Pertanian berperan sebagai fasilitator. Kemitraan ini melibatkan dukungan pendanaan dari Bulog kepada Gapoktan, yang kemudian memasok gabah ke penggilingan atau langsung ke Bulog,” jelas Taufik, Senin (26/5/2025).

Menurutnya, kerja sama ini dilakukan berdasarkan kesepakatan kemampuan produksi masing-masing Gapoktan. Mereka akan berdiskusi dengan Bulog mengenai kapasitas penyediaan gabah, dan setelah mencapai kesepakatan, Bulog akan memberikan dukungan dana sesuai kemampuan kelompok tersebut.

Salah satu contoh implementasi kerja sama ini adalah Gapoktan di Anggana yang mengirim gabah dari Desa Sungai Meriam ke penggilingan padi di kawasan Sambutan, Samarinda. Kerja sama lintas wilayah ini memudahkan distribusi gabah ke Bulog tanpa kendala berarti.

Meski tidak terlibat langsung dalam penentuan harga, Dinas Pertanian tetap memantau dinamika di lapangan. “Kami sempat menerima keluhan dari petani di Anggana mengenai harga pada tahap awal yang dinilai belum optimal. Maka kami mendorong agar Bulog dan mitra melakukan evaluasi. Tujuannya agar petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak,” ujarnya.

Taufik menyebut, skema kemitraan ini menjadi salah satu strategi jitu untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus memberikan jaminan pasar bagi petani. Ia berharap kerja sama serapan gabah ini dapat diperluas ke lebih banyak wilayah di Kukar.

“Alhamdulillah, skema ini sangat membantu. Petani tidak hanya mendapat kepastian serapan, tetapi juga harga yang mendekati standar harapan,” tutupnya.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hampir 80 Persen Utang Lunas, Kukar Sisihkan DBH untuk Bayar Kewajiban

7 September 2026 - 14:27 WITA

Antrean Pertalite Mulai Ganggu Jalan, Dishub Kukar Masih Utamakan Dialog

7 September 2026 - 14:20 WITA

Inside Flow Membawa Warna Baru bagi Pecinta Yoga di Tenggarong

6 September 2026 - 17:42 WITA

Kebakaran Jalan Pesut Kukar, Damkar Kerahkan Tujuh Unit dan Kuasai Api dalam 20 Menit

4 September 2026 - 21:47 WITA

Dana Kurang Salur Rp2,4 Triliun Belum Pasti Cair, Pemkab Kukar Koreksi APBD Perubahan 2026

4 September 2026 - 17:58 WITA

Kasus ISPA di Kukar Melonjak, Tembus 9.075 Kasus Selama Agustus

4 September 2026 - 15:40 WITA

Trending di Home