Menu

Mode Gelap

Advertorial · 23 Okt 2025 13:22 WITA

Bupati Aulia Siapkan Rp10 Miliar untuk Perbaikan Irigasi di Rapak Rabau


Infografis: Ozzy/Okeborneo.com Perbesar

Infografis: Ozzy/Okeborneo.com

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung lahan pertanian di kawasan Rapak Rabau, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kamis (23/10/2025). Kunjungan ini menjadi langkah awal penanganan permasalahan irigasi yang telah lama dikeluhkan petani setempat.

Dalam agenda tersebut, Bupati Aulia didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan) Kukar M. Taufik, Anggota DPRD Kukar Fadlun Nissa, Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani, Kepala DKP Muslik, Camat Tenggarong Sukono, serta sejumlah perwakilan OPD terkait.

Bupati menyebut, berdasarkan laporan warga, sekitar 200 hektare lahan pertanian di Rapak Rabau tak lagi bisa digarap akibat genangan air yang tak kunjung surut. Sistem irigasi yang rusak membuat air sulit mengalir ke sungai, menyebabkan lahan produktif berubah menjadi rawa.

“Lahan di sini sudah lama terendam, padahal potensinya besar. Karena itu, kami turun langsung untuk melihat kondisi riil dan mencari solusi cepat,” ujar Aulia.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut akan segera ditangani. Pemerintah Kabupaten Kukar berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp8–10 miliar pada tahun 2026 melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki jaringan irigasi dan infrastruktur pendukung lainnya, termasuk jalan usaha tani yang memudahkan mobilisasi hasil panen.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam menjalankan program Kukar Idaman Terbaik, yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan dan revitalisasi sektor pertanian.

“Dari total 17 ribu hektare lahan sawah di Kukar, baru 13 ribu hektare yang aktif. Sisanya, termasuk di Rapak Rabau, akan kami optimalkan kembali,” jelasnya.

Selain infrastruktur fisik, Pemkab Kukar juga akan menyiapkan program pendampingan dan pemberdayaan petani agar lahan yang sudah diperbaiki dapat segera kembali produktif. Kolaborasi lintas dinas akan menjadi kunci untuk memastikan hasil yang berkelanjutan.

“Kalau irigasi lancar, petani bisa kembali menanam dan meningkatkan pendapatan. Kita ingin lahan tidur ini kembali hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutup Bupati Aulia. (adv/prokomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pendapatan Koperasi Senyiur Indah Dialokasikan untuk Bangun 42 Rumah Karyawan

11 September 2026 - 12:20 WITA

DPRD Kukar Dorong Penelusuran Alur Dana Honor Guru Non-ASN hingga BPKAD

11 September 2026 - 12:18 WITA

Honor Guru Non-ASN Kukar Tertunda Tiga Bulan, Disdikbud Minta Sekolah Segera Validasi Data

10 September 2026 - 15:22 WITA

Beseprah Kukar Resmi Jadi WBTB, Tradisi Kesetaraan Didorong Tetap Lestari

10 September 2026 - 15:05 WITA

Distanak Kukar Ungkap Alasan Benih Padi Ditebar Langsung di Danau Semayang

9 September 2026 - 17:33 WITA

Sidang Kasus Etomidate Mantan Kasat Narkoba Kukar, Jaksa Hadirkan Tiga Saksi

9 September 2026 - 15:58 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru