Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 11 Jun 2026 16:05 WITA

Pertamax Rp16.650 per Liter, Ojol Tenggarong: Beban Tambah, Pendapatan Tak Naik


Wakil Ketua Komunitas Grab Tenggarong, Jaini Ali. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Wakil Ketua Komunitas Grab Tenggarong, Jaini Ali. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.650 per liter menambah beban operasional pengemudi ojek online di Tenggarong.

Di tengah pendapatan yang tidak ikut naik, biaya bahan bakar harus tetap ditanggung pengemudi agar mereka bisa terus bekerja di jalan.

Wakil Ketua Komunitas Grab Tenggarong, Jaini Ali, mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut cukup mengejutkan bagi para pengemudi. Sebab, kendaraan menjadi alat utama mereka untuk mencari penghasilan setiap hari.

“Cukup kaget karena tiba-tiba naik ke Rp16 ribuan per liter. Tentu ini menjadi beban tambahan bagi kami yang setiap hari bekerja di jalan,” ujar Jaini.

Menurut Jaini, sebagian pengemudi selama ini menggunakan Pertalite maupun Pertamax untuk menunjang aktivitas harian. Namun, dengan harga Pertamax yang naik, pilihan pengemudi semakin terbatas.

Ia menyebut para pengemudi kini lebih banyak memilih Pertalite karena pertimbangan biaya. Hanya saja, pilihan itu tidak selalu mudah karena antrean di SPBU kerap memakan waktu.

Ketika Pertalite tidak tersedia atau antreannya terlalu panjang, pengemudi terpaksa membeli Pertamax meski harga per liternya lebih tinggi.

Bagi pengemudi ojol, antrean BBM bukan sekadar soal menunggu giliran mengisi tangki. Waktu yang habis di SPBU dapat mengurangi kesempatan menerima order dan memperoleh pendapatan.

Jaini mengatakan kondisi tersebut membuat pengemudi berada dalam posisi sulit. Jika membeli Pertamax, biaya operasional harian bertambah. Jika menunggu Pertalite, waktu kerja bisa berkurang.

Lebih lanjut, ia menilai kenaikan harga BBM belum diimbangi dengan penyesuaian pendapatan maupun dukungan tambahan dari perusahaan aplikasi transportasi online.

“Kenaikan ini jelas membebani teman-teman pengemudi. Sementara dari sisi pendapatan atau biaya aplikasi tidak ada perubahan yang bisa menutupi kenaikan biaya bahan bakar,” katanya.

Menurut Jaini, beban tersebut sepenuhnya dirasakan pengemudi karena tarif maupun pendapatan harian tidak otomatis berubah mengikuti kenaikan harga BBM.

Ia berharap pemerintah dapat mengevaluasi kembali kebijakan kenaikan harga Pertamax. Jika harga belum dapat diturunkan, perlu ada langkah lain yang bisa meringankan beban pengemudi.

Jaini juga berharap perusahaan aplikasi dapat memperhatikan kondisi pengemudi, termasuk kemungkinan penyesuaian tarif atau bentuk dukungan lain yang dapat membantu menutup kenaikan biaya operasional.

Meski demikian, Jaini menyebut ketersediaan BBM di Tenggarong hingga saat ini relatif aman. Pengemudi dan masyarakat masih bisa mendapatkan Pertalite maupun Pertamax di SPBU.

Namun, antrean kendaraan masih kerap terjadi pada waktu tertentu. Bagi pengemudi ojol, kondisi itu tetap menjadi persoalan karena waktu kerja mereka bergantung pada kelancaran mobilitas di jalan.

Kenaikan harga Pertamax pada akhirnya tidak hanya menambah biaya isi tangki, tetapi juga memengaruhi hitungan pendapatan harian para pengemudi. Di tengah tarif yang tidak berubah, setiap tambahan biaya BBM ikut mengurangi sisa penghasilan yang dibawa pulang. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru