okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Di tengah wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di Desa Kota Bangun III, semangat warga untuk menghadirkan perubahan positif terlihat jelas. Salah satu buktinya adalah hadirnya Danau Kumbara, destinasi ekowisata yang berdiri megah di atas lahan bekas tambang batu bara.
Wisata ini bukan tercipta dalam semalam. Deni Ilham Mardana, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mahardika, mengungkapkan bahwa pengembangan Danau Kumbara merupakan hasil perjuangan selama lima tahun. Berawal dari kebiasaan warga yang memanfaatkan lokasi bekas tambang sebagai tempat bersantai, memancing, hingga bermain layangan, ide menjadikan area tersebut sebagai tempat wisata pun lahir secara alami.
“Dari aktivitas warga yang ramai di sana, akhirnya muncul gagasan agar tempat ini bisa dikembangkan jadi objek wisata. Kami kemudian sepakat memberi nama Kumbara, singkatan dari kumkuman batu bara. Dalam bahasa Jawa, kumkuman berarti rendaman. Jadi maknanya adalah batu bara yang terendam,” jelas Deni.
Kini, Danau Kumbara telah menjelma menjadi tempat wisata yang menawarkan pengalaman alam yang khas. Tidak hanya pemandangan danau yang tenang dan asri, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas memancing hingga kolam renang yang dalam waktu dekat akan diresmikan. Dengan luas area mencapai dua hektare, harga tiket masuk pun sangat terjangkau, hanya Rp 5.000 untuk anak usia 10 tahun ke atas hingga dewasa, dan gratis bagi yang lebih muda.
Rencana ke depan, Pokdarwis Mahardika tak berhenti berinovasi. Salah satu proyek yang tengah digagas adalah pembangunan area camping ground yang akan melengkapi pengalaman wisata di Danau Kumbara. “Desa kami belum punya area perkemahan, dan lahannya sangat mendukung. Ini jadi peluang besar,” tambah Deni.
Dalam pengelolaannya, keterlibatan masyarakat sangat terasa. Lima dusun yang berada di kawasan Desa Kota Bangun III turut ambil bagian. Jumlah pengunjung pun terus meningkat. Rata-rata kunjungan bulanan mencapai 300–400 orang, dan melonjak drastis saat hari libur besar hingga 1.300 pengunjung. Puncaknya terjadi pada 2022 dengan total 10 ribu wisatawan dalam satu tahun.
“Kami ingin Danau Kumbara menjadi tempat yang dikenal luas dan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung. Kami ingin orang datang dengan bahagia dan pulang dengan rindu,” harap Deni.(adv/disparkukar/atr/ob1/ef)








