okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — IWAPI Kukar kembali menyiapkan program pelatihan keterampilan bagi perempuan pelaku UMKM pada 2026. Pelatihan tersebut mencakup tata boga, tata rias, menjahit, hingga membatik, dan diarahkan untuk membantu pelaku usaha perempuan mengembangkan keterampilan serta daya saing di tingkat kecamatan.
Ketua DPC IWAPI Kukar, Fety Puja Amelia Solihin, mengatakan program pembinaan bagi wirausaha perempuan tetap menjadi salah satu prioritas organisasi. Menurutnya, pelatihan keterampilan perlu terus dilanjutkan agar pelaku UMKM perempuan memiliki bekal yang lebih kuat dalam mengembangkan usaha.
“Kami ingin pelatihan-pelatihan ini tetap berjalan agar perempuan pelaku usaha memiliki keterampilan tambahan dan mampu mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Rencana pelatihan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II IWAPI Kukar yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Kamis (7/5/2026).
Fety menjelaskan, pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang 2026. Program ini diharapkan dapat menjangkau perempuan pelaku usaha di sejumlah kecamatan, terutama mereka yang membutuhkan penguatan keterampilan praktis untuk menopang usaha rumahan maupun usaha kecil.
Selama ini, IWAPI Kukar telah menjalankan sejumlah program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan berbasis keterampilan. Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain tata boga, tata rias, menjahit, dan membatik.
Menurut Fety, pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah kemampuan teknis. Lebih dari itu, pembinaan diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan memperkuat posisi perempuan dalam ekonomi keluarga.
Selain menjalankan program internal organisasi, IWAPI Kukar juga terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah. Sinergi itu dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kutai Kartanegara.
Fety mengatakan, dukungan lintas pihak dibutuhkan agar pembinaan UMKM perempuan dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, IWAPI Kukar juga mulai membuka peluang dukungan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan pelatihan bagi pelaku UMKM perempuan.
“Dengan adanya efisiensi anggaran, tentu IWAPI juga terdampak. Oleh sebab itu kami akan mencoba menggandeng CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Kutai Kartanegara,” ucapnya.
Fety berharap program pelatihan yang disiapkan IWAPI Kukar dapat memberi manfaat langsung bagi perempuan pelaku usaha. Ia ingin UMKM perempuan di Kukar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing lebih baik.
“Harapannya UMKM perempuan di Kutai Kartanegara bisa terus berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing lebih baik,” tutupnya. (atr/bby)








