okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Desa Pela, yang terletak di Kecamatan Kota Bangun, kembali menjadi sorotan dalam upaya pengembangan desa wisata bertaraf internasional. Setelah melalui proses evaluasi dalam program upgrade yang digagas oleh United Nations World Tourism Organization (UN Tourism) tahun lalu, kini Desa Pela memasuki tahap pembenahan intensif bersama Kementerian Pariwisata dan sejumlah dinas pendukung.
Alimin, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Beumbai Bebudaya (B3), menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi masa krusial untuk memperkuat kesiapan Desa Pela sebelum kembali diajukan sebagai calon perwakilan Indonesia dalam ajang Best Tourism Village (BTV) UN Tourism pada 2026.
“Proses awal sudah kita lewati tahun lalu. Sekarang kami diberi kesempatan untuk melakukan pembenahan menyeluruh agar saat pengajuan nanti, desa kita benar-benar siap dan punya daya saing tinggi di level dunia,” ungkap Alimin pada Sabtu (17/5/2025).
Bersama Desa Taro di Bali dan Desa Bilebante di NTB, Desa Pela dipersiapkan menjadi tiga besar kandidat utama yang akan mewakili Indonesia dalam seleksi internasional BTV. Ketiga desa ini dianggap memiliki keunggulan dari sisi alam, budaya, dan komitmen masyarakat dalam mengelola pariwisata berkelanjutan.
“Proses seleksi sebelumnya membuka mata kita bahwa untuk bisa bersaing secara global, dibutuhkan kesiapan yang sangat detail, bukan hanya dari sisi destinasi, tapi juga manajemen, kebersihan, hingga narasi budaya yang kuat,” tambah Alimin.
Ia menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata mengambil pendekatan yang lebih strategis dengan menunda pengajuan resmi ke UN Tourism, agar ketiga desa dapat memaksimalkan persiapan.
“Dari Kemenpar menyarankan kita untuk tidak terburu-buru. Fokus tahun ini adalah memperkuat fondasi agar tahun depan saat diajukan, kita bisa memberikan kesan yang luar biasa pada tim juri internasional,” lanjutnya.
Dengan langkah ini, Desa Pela tidak hanya membidik pengakuan dunia, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai role model desa wisata berbasis masyarakat di Kalimantan Timur. Dukungan dari lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas lokal, menjadi modal utama dalam menggapai prestasi tersebut.
Jika berhasil, Desa Pela akan mengukir sejarah sebagai desa wisata pertama dari Kukar yang masuk dalam jajaran terbaik dunia, membawa nama daerah sekaligus mengangkat potensi lokal ke panggung internasional.(adv/disparkukar/atr/ob1/ef)








