Menu

Mode Gelap

Dispar Kutai Kartanegara · 17 Mei 2025 13:42 WITA

Desa Pela Siap Tampil Lagi di Ajang Nasional Desa Wisata, Usung Potensi Baru dan Program Berkelanjutan


Desa Pela Siap Tampil Lagi di Ajang Nasional Desa Wisata, Usung Potensi Baru dan Program Berkelanjutan Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Setelah mencatat prestasi membanggakan dengan meraih posisi kelima dalam Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) tahun 2024, Desa Pela di Kecamatan Kota Bangun kini berpeluang kembali ambil bagian dalam kompetisi tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Beumbai dan Bebudaya (B3), Alimin, menyebutkan bahwa pihaknya tengah membahas kemungkinan keikutsertaan kembali dalam lomba yang akan digelar pada 2025. Menurut aturan yang berlaku, desa yang sebelumnya meraih juara keempat ke bawah masih dapat mendaftar ulang.

“Karena kita juara lima tahun lalu, kita masih bisa ikut. Saat ini kita sedang bahas di internal, dan kemungkinan besar akan kembali ikut serta,” terang Alimin, Sabtu (17/5/2025).

Ia menambahkan bahwa Desa Pela kini memiliki sejumlah peningkatan yang berpotensi menambah nilai dalam penilaian. Salah satunya adalah hadirnya destinasi baru, Tanjung Tamannoh, yang baru selesai dikembangkan pada akhir 2024 dan sudah menarik kunjungan wisata.

“Tahun lalu destinasi ini belum ada. Sekarang sudah mulai dikunjungi, dan ini akan jadi salah satu yang kita unggulkan nanti,” jelasnya.

Di luar itu, Desa Pela juga telah menerima bantuan 18 unit longboat dari pemerintah, yang memperkuat layanan wisata air di kawasan Danau Semayang. Armada tersebut belum tercatat dalam penilaian lomba sebelumnya, sehingga menjadi nilai tambah tahun ini.

Tak hanya mengandalkan aspek destinasi dan sarana, Desa Pela juga mengedepankan pendekatan ramah lingkungan. Salah satunya melalui kerja sama konservasi di kawasan Mahakam sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian ekosistem.

“Kalau tahun lalu kita hanya mengandalkan kekuatan budaya dan wisata, tahun ini kita punya tambahan dari sisi lingkungan dan fasilitas. Harapannya bisa masuk tiga besar,” kata Alimin penuh optimisme.

Persiapan terus dilakukan, mulai dari penyusunan laporan kegiatan, pengumpulan data dokumentasi, hingga penyusunan bukti dampak program terhadap masyarakat. Pokdarwis meyakini bahwa keberlanjutan menjadi unsur penting dalam LDWN, yang mencakup ekonomi, budaya, dan ekologi.

“Lomba ini bukan sekadar fisik atau bangunan. Tapi bagaimana desa mampu menunjukkan keberlanjutan dalam setiap aspeknya,” tutupnya.(adv/disparkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Fraksi PDI-P Walk Out, Aulia Pertanyakan Dukungan terhadap Kukar Idaman Terbaik

28 Juli 2026 - 21:05 WITA

Fraksi PDI-P walk

Fraksi PDI-P Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027, Minta Waktu Kaji Dokumen

28 Juli 2026 - 19:48 WITA

KUA-PPAS 2027

Pendapatan Kukar 2026 Diproyeksi Meleset Rp1,83 Triliun dari Target

28 Juli 2026 - 19:28 WITA

Pendapatan Kukar 2026

Hanya 10 dari 45 Anggota Hadir, Pertanggungjawaban APBD Kukar Gagal Diputuskan

28 Juli 2026 - 12:25 WITA

APBD Kukar

ASN Kukar Akan Presensi lewat Pindai Wajah dalam Radius 50 Meter

27 Juli 2026 - 20:50 WITA

aplikasi presensi ASN Kukar

Sejumlah Pejabat Pemkab Kukar Dilantik, Bupati Aulia Tuntut Pelayanan Lebih Cepat

27 Juli 2026 - 20:46 WITA

pelantikan pejabat Pemkab Kukar
Trending di Pemerintahan