okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Kartanegara (Dispora Kukar) akan menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar guna menjaga dan melestarikan olahraga tradisional.
Saat ini, di tengah kemajuan teknologi terutama smartphone, permainan tradisional yang menjadi budaya sejak dulu secara perlahan mulai ditinggalkan. Keberadaan gadget dengan disuguhkan berbagai pemainan online banyak diminati kalangan remaja.
Tentunya menjadi tantangan tersendiri, bagaimana olahraga tradisional bisa terus dilestarikan. Salah satunya memperkenalkan dengan sasaran pelajar tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.
“Sehingga bisa diimplementasikan di SD dan SMP,” kata Kadispora Kukar Aji Ali Husni. Senin (20/6/2022).
Menurutnya, olahraga tradisional tidak perlu peralatan yang mahal karena alatnya sederhana dan mudah dapat. Kemudian tak perlu membangun gedung, ada lapangan yang luas dapat memainkam berbagai olahraga tradisional.
Disisi lain, kelebihannya yaitu bisa mengenal satu sama lain dan membangun kebersamaan melalui olahraga tradisional.
“Kalau di game online mereka tidak saling bertemu tapi kalau ini mereka langsung berinteraksi,” jelasnya.
Ali memaparkan, olahraga ini juga berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kukar. Jadi, ada kejuaraan-kejuaraan yang juga dipertandingan hingga skala nasional.
Sementara Ketua Kormi Kukar, Lukman berharap olahraga tradisional bisa segera masuk dalam kurikulum muatan lokal di masing-masing sekolah. Tujuannya supaya bisa terus berkembang dan mencari bibit-bibit potensi di setiap kecamatan.
“Apalagi ada stigma pergeseran yang dulunya mainan tradisional sekarang banyak beralih main gadget. Jadi, harus dilestarikan, ” terangnya.
“Olahraga itu tidak hanya melihat prestasi, tapi ada hal-hal nilai budaya yang harus kita kembangkan. Hampir seluruh Indonesia itu sudah hampir tinggi geliat olahraga tradisional,” tutupnya. (atr/ob1/ef)








