Menu

Mode Gelap

DLHK Kutai Kartanegara · 17 Sep 2025 14:30 WITA

DLHK Kukar: Ledakan Penduduk Picu Lonjakan Sampah, 5 Tahun ke Depan Jadi Tantangan


Kepala DLHK Kukar Slamet Hadiraharjo. (Angga/Okeborneo.com) Perbesar

Kepala DLHK Kukar Slamet Hadiraharjo. (Angga/Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pertumbuhan jumlah penduduk dan perluasan kawasan perkotaan di Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan akan memicu lonjakan volume sampah dalam beberapa tahun mendatang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengingatkan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan tantangan serius yang harus diantisipasi sejak dini.

“Pastinya karena sampah ini kan mengikuti jumlah penduduk. Kemudian dengan pengembangan suatu wilayah kota, maka volume sampah akan menjadi tantangan bagi kami untuk lima tahun ke depan,” ujar Slamet saat ditemui usai rapat di Tenggarong, Selasa (16/9/2025).

Ia menekankan, pengelolaan sampah tidak bisa dipisahkan dari ketersediaan sarana dan prasarana. Mulai dari armada angkut, sistem pengolahan, hingga tempat pembuangan akhir (TPA) yang layak menjadi faktor krusial. “Mungkin kawan-kawan sudah melihat bahwa untuk penunjang pengolahan sampah banyak yang memang memerlukan sarana dan prasarana. Begitu juga lokasi tempat pembuangan sampah yang harus mampu menampung sampah yang semakin meningkat setiap tahunnya,” katanya.

DLHK Kukar saat ini sedang menyusun strategi jangka menengah untuk merespons persoalan tersebut. Slamet menyebut, tanpa adanya tambahan fasilitas baru dan peran serta masyarakat, maka tumpukan sampah berpotensi menekan daya dukung lingkungan. “Pertambahan penduduk maupun pengembangan kota adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Maka dari itu, yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan sistem pengelolaan yang lebih baik, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat,” tegasnya.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah penerapan pola pengolahan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program ini didorong untuk diterapkan mulai dari rumah tangga, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan. Menurut Slamet, keberhasilan pola ini sangat bergantung pada kesadaran publik. Semakin tinggi keterlibatan masyarakat memilah dan mengurangi sampah, semakin besar peluang Kukar keluar dari ancaman krisis sampah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda besar DLHK Kukar dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Dengan strategi yang terintegrasi, pemerintah berharap masalah sampah bisa dikelola lebih efektif, tanpa meninggalkan beban jangka panjang bagi wilayah perkotaan yang terus berkembang. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Masuk KEN, Persiapan Sakral Hampir 90 Persen

15 September 2026 - 20:32 WITA

Empat Tahun di Teror Penguntit, Penyiar Radio di Samarinda Lapor Polisi

15 September 2026 - 11:35 WITA

58 Tenant Terisi, Puja Sera Taman Kota ArbizzSpace Siap Dibuka

14 September 2026 - 19:49 WITA

Hetifah Dorong Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran

14 September 2026 - 16:09 WITA

SIGAP UMKM, Diskop UKM Kukar Perkuat Pembinaan Usaha Mikro Berbasis Kebutuhan

14 September 2026 - 12:35 WITA

Dugaan Mortir Sisa Perang Ditemukan di Dasar Sungai Mahakam Samarinda

14 September 2026 - 12:33 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru