Menu

Mode Gelap

Advertorial · 14 Agu 2025 09:52 WITA

DPRD Kukar Soroti Lambatnya Progres Pembangunan Infrastruktur


Ketua Komisi III DPRD Kutai Kartanegara Farida. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Komisi III DPRD Kutai Kartanegara Farida. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti lambatnya progres pembangunan infrastruktur daerah. Hingga pertengahan Agustus 2025, capaian proyek baru mencapai sekitar 50 persen. DPRD meminta Pemkab Kukar untuk memperketat pengawasan agar tidak ada proyek yang mangkrak di akhir tahun anggaran.

Ketua Komisi III DPRD Kukar, Farida, mengatakan sejumlah proyek pembangunan masih berjalan lamban, mulai dari peningkatan jalan, drainase, hingga proyek konektivitas antarwilayah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan semua pekerjaan sesuai dengan kontrak dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kami minta Pemkab Kukar turun langsung mengawasi pelaksanaan proyek di lapangan. Jangan sampai ada pekerjaan yang molor atau tidak sesuai spesifikasi. Anggaran sudah disiapkan, jadi hasilnya harus maksimal,” kata Farida, Kamis (14/8/2025).

Farida menilai, salah satu penyebab keterlambatan proyek adalah faktor cuaca. Meski begitu, ia menegaskan kontraktor tetap harus mencari solusi agar target penyelesaian bisa tercapai.

“Cuaca memang berpengaruh, tapi harus ada strategi percepatan. Kalau dibiarkan, nanti bisa berdampak pada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA),” ujarnya.

Ia mengingatkan agar seluruh proyek fisik tahun 2025 benar-benar rampung sebelum masa kontrak berakhir. Jika ada kontraktor yang tak mampu menyelesaikan pekerjaan, maka pemerintah daerah perlu mengevaluasi kinerjanya.

“Kalau sudah direncanakan dan dananya tersedia, proyek tidak boleh terbengkalai. Kalau itu terjadi, berarti perencanaan dan pelaksanaannya tidak serius,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menyebut progres pembangunan infrastruktur di Kukar saat ini sudah di atas 50 persen. Sejumlah proyek bahkan sudah tuntas lebih awal, terutama pembangunan drainase di beberapa titik perkotaan seperti Jalan Muso Bin Salim dan Jalan Mangkuraja.

“Kami mulai pekerjaan lebih awal dibanding OPD lain, jadi beberapa proyek sudah selesai. Sisanya sedang kami kebut di lapangan,” kata Wiyono.

Ia menambahkan, kendala teknis seperti adanya jaringan pipa dan kabel telekomunikasi di bawah tanah sering memperlambat pengerjaan. Hal ini, kata Wiyono, akan menjadi bahan evaluasi dalam perencanaan pembangunan berikutnya.

“Ke depan, kita akan pastikan semua proyek sudah mempertimbangkan dampak sosial dan teknis sejak awal, supaya tidak terhambat di tengah jalan,” pungkasnya. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PHK di Kukar Capai 2.496 Orang hingga Juli 2026, Tambang Batu Bara Mendominasi

4 Agustus 2026 - 20:53 WITA

PHK di Kukar 2026

Polres Kukar Tegaskan Penyidikan Dugaan Penyimpangan Honor Non-ASN Bukan Pelimpahan Kejati

4 Agustus 2026 - 16:49 WITA

penyidikan honor non-ASN Disdikbud Kukar

Dugaan Keracunan MBG Sebulu, Satgas Siaga 24 Jam di Puskesmas

3 Agustus 2026 - 20:55 WITA

MBG Sebulu

Usai Santap MBG, 46 Orang di Sebulu Alami Pusing dan Sakit Perut

3 Agustus 2026 - 17:40 WITA

MBG Sebulu

Hadapi Penipuan Digital, Polda Kaltim Luncurkan Cyber Resilient Community

3 Agustus 2026 - 16:17 WITA

Cyber Resilient Community Polda Kaltim

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026
Trending di Pos-pos Terbaru