Menu

Mode Gelap

DPRD Kutai Kartanegara · 26 Agu 2025 17:07 WITA

DPRD Kukar Tegaskan Skrining Psikologis dan Penelusuran Korban Lain dalam Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes


DPRD Kukar Tegaskan Skrining Psikologis dan Penelusuran Korban Lain dalam Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum pendidik di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Anggota DPRD Kukar, Fatlon Nisa, menegaskan bahwa tim gabungan segera melakukan skrining psikologis untuk mendeteksi dampak trauma sekaligus mencari kemungkinan adanya korban lain.

“Dalam waktu dekat ini akan kita jadwalkan skrining. Pekan ini masih ada beberapa kegiatan, namun sebelum skrining dilaksanakan akan kami informasikan terlebih dahulu,” ujar Fatlon Nisa usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat terkait kasus tersebut.

Ia menyebutkan, hasil penyelidikan telah mengungkap bahwa pelaku merupakan anak dari pimpinan Ponpes. Meski demikian, proses hukum diserahkan kepada tim khusus.

“Dari sisi psikologis, kasus ini telah mendapat perhatian sejak 2021. Jangan sampai ada pembiaran, karena dampak traumanya bisa menular kepada anak-anak lain yang melihat, bahkan tenaga pengajar yang mengetahui kejadian tersebut,” tegasnya.

Fatlon menjelaskan, skrining tidak hanya difokuskan pada korban yang sudah teridentifikasi, tetapi juga bertujuan menelusuri indikasi korban lain. “Kami ingin memastikan tidak ada anak yang mengalami trauma berkepanjangan tanpa pendampingan. Fokus kami adalah kesehatan psikis mereka,” tambahnya.

Fatlon Nisa yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Adhoc menyampaikan, upaya penanganan melibatkan sejumlah lembaga pemerintah dan organisasi keagamaan.

“Ketua Tim Adhoc berasal dari Kepala UPT DP3A, dan kami melibatkan Kemenag, Kejaksaan, Kepolisian, NU, Muhammadiyah, MUI, hingga TRC PPA,” jelasnya.

Terkait progres di Ponpes, Fatlon menyebutkan bahwa pihaknya belum melakukan inspeksi langsung. Namun, pihak Ponpes dikabarkan telah meningkatkan pengawasan terhadap santri.

“Yang dulunya pengawasan dilakukan oleh santri, sekarang dilaksanakan oleh ustadz pengajar yang sudah berkeluarga. Meski begitu, kami tetap akan melakukan sidak untuk memastikan penerapannya di lapangan,” katanya.

Fatlon juga menegaskan bahwa psikolog akan diterjunkan ke Ponpes untuk mendampingi para santri. “Kami ingin menggali indikasi lain, tapi tetap fokus pada pemulihan psikis anak-anak. Tidak mungkin korban tidak bercerita, itulah yang akan kami dalami lebih jauh,” tutupnya.(adv/dprdkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong

BNN Sita 92 Kg Sabu dan 1.000 Cartridge Etomidate di Kaltim, Diduga Terkait Jaringan DPO Faturahman

20 Mei 2026 - 11:36 WITA

92 Kg Sabu Kaltim

PWI Kukar Siapkan Program UKW, Diskominfo Dukung Penguatan Informasi Publik

19 Mei 2026 - 15:37 WITA

pwi kukar

Bea Cukai Samarinda Musnahkan 1,9 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp3 Miliar

19 Mei 2026 - 13:13 WITA

Bea Cukai Samarinda

Mobil Terbakar di Mangkurawang, Api Diduga Berasal dari Mesin

19 Mei 2026 - 13:05 WITA

Mobil Terbakar di Mangkurawang
Trending di Peristiwa