okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Muara Jawa menyebut hasil hortikultura dari wilayahnya saat ini sebagian besar masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Namun, ketika produksi melimpah, sebagian hasil panen turut dipasok ke kota-kota besar di Kalimantan Timur seperti Balikpapan dan Samarinda.
Kepala BPP Muara Jawa, Dadang Kusnadi, mengatakan distribusi hortikultura di kecamatannya relatif stabil. Komoditas seperti semangka, melon, cabai, hingga tomat menjadi andalan petani setempat.
“Distribusi cukup untuk wilayah lokal saja. Kalau ada lebihnya, biasanya dipasok ke Balikpapan atau Samarinda,” ujarnya.
Menurut Dadang, pilihan komoditas hortikultura bukan tanpa alasan. Tanah di Muara Jawa dinilai subur dan sesuai untuk ditanami berbagai jenis buah serta sayuran. Hal ini membuat hortikultura menjadi sektor unggulan yang mampu menopang perekonomian masyarakat.
Selain itu, BPP Muara Jawa juga tengah menyiapkan inovasi baru untuk mendukung produktivitas petani. Salah satunya melalui pembangunan greenhouse yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sekaligus menjaga stabilitas produksi hortikultura.
“Usulan greenhouse sudah masuk, tinggal menunggu barangnya datang,” kata Dadang.
Greenhouse dipandang penting karena mampu melindungi tanaman dari cuaca ekstrem dan hama. Dengan fasilitas ini, petani bisa lebih terjamin dalam menghasilkan panen berkualitas tinggi sepanjang tahun.
Dadang menambahkan, dengan adanya dukungan sarana produksi dan fasilitas modern, pihaknya optimistis Muara Jawa tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memperluas jangkauan distribusi ke daerah lain di Kaltim.
“Kalau hasilnya meningkat, tentu peluang pasar semakin terbuka,” ujarnya.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








