okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – PT Tunggang Parangan telah berhasil melaksanakan workshop Revolusi Industri Perkayuan 4.0 Kukar Idaman yang Mandiri dan Berdaya Saing, adapun PT Tunggang Parangan dalam melaksanakan kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar).
Adapun pelatihan workshop tersebut dilaksanakan di Workshop IDEA Borneo, Jalan Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong. Dengan melibatkan puluhan generasi muda dari enam kecamatan yang ada di Kukar, bahkan pihaknya juga melibatkan kelompok disabilitas dalam pelatihan tersebut.
Direktur Utama PT Tunggang Parangan, Awang Muhammad Luthfi, menjelaskan alasan dipilihnya pelatihan perkayuan sebab berdasarkan hasil riset dinilai tidak selalu baik. Sedangkan disini perkayuan itu melimpah dan memiliki potensi yang luar biasa apabila dimanfaatkan dengan baik.
“Setelah saya memimpin PT Tunggang Parangan saya coba kolaborasi dengan beberapa komunitas untuk memberikan pelatihan mulai dari hulu, tengah dan hilirnya, ” ucapnya.
Ini yang bakal dikembangkan, nanti PT Tunggang Parangan akan bermain di posisi hilirnya, sedangkan untuk hulu dan tengah bakal diisi anak-anak melalui komunitasnya masing-masing. “Masing-masing bisa menghasilkan produk, kirim kesini kita sortir finishing dan kita jual kan. Itu yang terjadi, “katanya.
Adapun dalam proses pemasarannya, Awang mengatakan, pihaknya telah menetapkan standar yang akan dipasarkan. Oleh karena itu, pihaknya juga turut memberikan pelatihan berupa desain produk.
“Jadi standar produk itu harus ketat, karena kalau beda kan tidak masuk dalam kriteria, “sebutnya.
Ditambahkan Awang, dalam pelatihan pihaknya tidak main-main dalam memilih peserta. Pihaknya telah menyeleksi semua peserta dari enam kecamatan untuk bisa mengikuti workshop ini. Pihaknya memilih orang-orang yang telah memiliki kualitas di bidang perkayuan.
“Kita pilih mereka karena sudah memiliki kemampuan dalam bidang perkayuan, jadi orang-orang yang sudah memiliki keterampilan akan ditambah lagi kualitasnya dalam pelatihan ini, “ujarnya.
Selanjutnya, pihaknya akan kembali mengadakan kegiatan pelatihan saat ini dari 20 Kecamatan yang ada di Kukar sebanyak 6 kecamatan sudah dilibatkan. Artinya masih 14 kecamatan lagi yang belum diakomodir dalam pelatihan ini.
“Tapi akan berkolaborasi dengan Disnaker dan disperindag. Rencananya para peserta ini bakal memiliki sertifikasi sesuai dengan bidangnya, ” pungkas Awang.
Sementara itu, salah satu penyandang disabilitas asal Kecamatan Loa Janan, Rudi Asmara berharap dengan adanya pelatihan ini bisa memberikan kesempatan untuk lebih baik dan maju hingga bisa mandiri dalam berkarya.
“Dan juga kita harus bisa berkarya juga membuktikan bahwa disabilitas bisa bersaing dengan orang-orang yang normal diluar sana, ” harap Rudi.
Dirinya mengaku, setelah mengikuti pelatihan berkeinginan untuk membuka sebuah usaha namun masih terkendala dari segi modal. Maka dari itu, ia bakal membentuk sebuah kelompok disabilitas lalu akan dibuatkan anggarannya.
“Barang-barang begini lumayan besar harganya, maka dari itu harus dibentuk kelompoknya, semoga saja ini bisa bermanfaat dan bisa memberikan pekerjaan bagi penyandang disabilitas,” tutupnya. (atr/ob1/ef)








