Menu

Mode Gelap

Advertorial · 6 Nov 2025 20:12 WITA

Inovasi Pengelolaan Sampah PT Rea Kaltim Dukung Program Jaga Lingkungan Lestari


Peserta Rapat Koordinasi Pengelolaan Persampahan di Samarinda saat mengikuti sesi diskusi mengenai inovasi pengelolaan sampah berbasis daur ulang. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Peserta Rapat Koordinasi Pengelolaan Persampahan di Samarinda saat mengikuti sesi diskusi mengenai inovasi pengelolaan sampah berbasis daur ulang. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — PT Rea Kaltim Plantations menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program Jaga Lingkungan Lestari, sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik yang diusung Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah beroperasi sejak 1994 di Kecamatan Kembang Janggut ini dikenal sebagai pelaku industri yang berorientasi pada praktik perkebunan berkelanjutan serta telah mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Tak hanya berfokus pada budidaya dan produksi minyak sawit mentah serta inti sawit, PT Rea Kaltim juga aktif dalam program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan, seperti pembangunan infrastruktur desa, pelatihan petani, hingga kegiatan konservasi ekosistem.

Environment Officer PT Rea Kaltim Plantations, Muhammad Arifin, menjelaskan bahwa perusahaan terus berinovasi dalam pengelolaan sampah internal. Salah satu langkah nyata yang kini dikembangkan adalah pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan paving blok.

“Kami mulai mengembangkan inovasi ini sejak tahun 2024, terinspirasi dari kegiatan Bank Sampah Mandiri di Desa Suka Maju yang sudah berhasil lebih dulu,” ungkap Arifin dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Kebijakan Pengelolaan Persampahan di Samarinda, belum lama ini.

Menurutnya, tim perusahaan menyesuaikan metode peleburan plastik agar menghasilkan material yang kuat, tahan lama, dan tetap ramah lingkungan. Namun, Arifin mengakui adanya sejumlah tantangan teknis dalam proses produksi, terutama pada tahap peleburan plastik yang menghasilkan asap.

“Memang masih ada kendala, terutama soal emisi saat peleburan. Karena itu, kami masih perlu memastikan apakah ada standar baku mutu udara yang perlu kami patuhi,” ujarnya.

Meski demikian, Arifin menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berbenah dan mencari solusi agar inovasi ini tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

“Kami akan terus berupaya mendukung kebersihan lingkungan dan memastikan kegiatan kami sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku,” tegasnya.

Langkah inovatif PT Rea Kaltim Plantations ini mendapat apresiasi langsung dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar.

Sekretaris DLHK Kukar, Taupiq, menyebut bahwa inisiatif tersebut menjadi contoh konkret kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah.

“Inovasi paving blok dari plastik ini sangat bagus. Kami berencana untuk memesan produk mereka,” ujarnya.

DLHK Kukar, lanjut Taupiq, berencana menggunakan paving blok hasil daur ulang plastik untuk penataan kawasan Hutan Kota Tenggarong, yang saat ini tengah dalam tahap perencanaan.

“Kami ingin memperbaiki area parkir dan fasilitas di dalam kawasan hutan kota. Kami akan bekerja sama dengan beberapa bank sampah dan pelaku usaha yang membuat inovasi serupa, termasuk PT Rea Kaltim,” katanya.

Menurutnya, paving blok berbahan plastik daur ulang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki daya tahan yang tinggi dan nilai ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah strategis dalam mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah — dari sesuatu yang dibuang menjadi sumber daya yang bernilai.

Pemerintah daerah berharap, kemitraan dengan dunia usaha seperti PT Rea Kaltim Plantations dapat memperkuat upaya penataan kawasan hijau multifungsi di Tenggarong yang akan dilengkapi fasilitas edukatif, area rekreasi, dan ruang publik.

“Inisiatif seperti ini mencerminkan semangat baru dalam menumbuhkan tanggung jawab kolektif terhadap bumi. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri, kolaborasi semacam ini adalah kunci menjaga keberlanjutan lingkungan,” pungkas Taupiq.

Dengan langkah nyata tersebut, PT Rea Kaltim Plantations tidak hanya menjadi pelaku industri sawit, tetapi juga pelopor inovasi lingkungan di Kukar, yang membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia

Karang Taruna Disebut Punya Struktur Kuat hingga RT, Bupati Aulia Dorong Peran Pemuda Daerah

12 Mei 2026 - 14:43 WITA

Karang taruna kaltim

Paripurna DPRD Kukar Bisa Pakai Bahasa Kutai, Raperda Perlindungan Bahasa Disahkan

11 Mei 2026 - 23:18 WITA

Bahasa Kutai

Raperda Pesantren Belum Masuk Paripurna, Fraksi PDIP Kukar Ancam Boikot Kebijakan Bupati

11 Mei 2026 - 19:27 WITA

Raperda Pesantren Kukar

116 Mahasiswa FEB Unikarta Dampingi UMKM Desa Bhuana Jaya

11 Mei 2026 - 12:01 WITA

FEB Unikarta
Trending di Pendidikan