okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) hibahkan dana sebesar Rp 2 Miliar kepada gabungan TNI – Polri untuk menunjang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2022.
Pelaksanaan Pilkades yang akan diikuti 400 calon Kades dari 86 Desa tersebut, Kodim 0906/KKR pastikan masalah pergesekan antar masyarakat akan teratasi.
Hal ini ditegaskan Dandim Kukar, Letkol Inf Jeffry Satria, yang meminta agar panitia pelaksana Pilkades tidak ragu dan tetap ikuti aturan yang ada.
“Selaku aparat kami membackup masalah keamanan, terutama di daerah rawan konflik. Ada memang daerah yang calonnya sampai 15. Dan kami sampaikan panitia tidak usah ragu, selagi bergerak sesuai aturan sebagai panitia penyelenggara pilkades ada permasalahan dapat segera disampaikan,” sebut Jeffry, Kamis (14/7/2022) kemarin.
Kodim 0906/KKR akan menempatkan Babinsa di titik-titik untuk pemungutan suara tiap wilayah desa. Jeffry berharap panitia selalu aktif dalam komunikasi kepada aparat. “Jadi kalau ada indikasi kerawanan atau konflik makan akan diperkuat pengamanan, nanti akan kita tambah kekuatan,” ucapnya.
Dengan kondisi geografis Kabupaten Kukar yang luas, beberapa Kecamatan seperti Anggana, Marangkayu dan Muara Badak masuk di wilayah teritorial Kodim 0908/Bontang. Jeffry sebut koordinasi tetap dilakukan dan pastikan potensi masalah tetap di komunikasikan perihal pengamanan.
Jeffry dengan tegas meminta agar para Babinsa tetap netral. Karena tugas TNI adalah menjaga stabilitas keamanan, untuk urusan hak pilih semuanya diserahkan ke masyarakat. Meski tidak dapat dipungkiri pasti adanya masalah, dia berharap tidak perlu dengan kekerasan ataupun berlanjut ke jalur hukum.
Jeffry juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan sampai menyesal karena salah pilih. Tanggung jawab besar dalam perkembangan desa yang diemban seorang kades juga berpengaruh pada keberhasilan kinerja Pemkab Kukar.
“Jangan sampai ini hanya dimanfaatkan mencari favorit atau keuntungan tapi tidak bisa menjalankan tugas secara maksimal. Disini masyarakat harus jeli melihat pasangan mana yang kira-kira sesuai dengan aspirasi membawa kepentingan bersama,” tutup Jeffry (atr/ob1/ef)








