Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 22 Des 2022 16:00 WITA

Kades Batuah Presentasikan Pamsimas di Pekan Inovasi 2022


Kades Batuah, Abdul Rasyid Perbesar

Kades Batuah, Abdul Rasyid

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Desa Batuah, yang terletak di Kecamatan Loa Janan kini telah bisa menikmati air bersih. Hal itu disebabkan dengan adanya Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dibuat oleh swadaya masyarakat berkolaborasi dengan Perguruan tinggi swasta di Kota Samarinda dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Berkat dari inovasi tersebut, Pemerintah Desa Batuah pun terlibat dalam ajang Pekan Inovasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Dengan mempresentasikan inovasi-inovasi apa saja yang telah dicapai untuk kepentingan masyarakat/warga di Desa Batuah.

Kepala Desa (Kades) Batuah, Abdul Rasyid, mengatakan, Pamsimas Desa Batuah tidak hanya sekedar menampung air tetapi lebih kepada penggunaan teknologi. Jadi air yang sebelumnya pH rendah dan zat besinya tinggi itu bisa kembali normal dengan menggunakan sistem kerja filter.

Biayanya juga rendah, hanya sekitar Rp 4 ribu per kubik. Kalau dibandingkan dengan PDAM, Pamsimas ini pasti dibawahnya. Yang membuat perbedaannya itu selalu dilakukan pengawalan pada teknisnya. “Misalnya pengambilan sampel air per dua minggu melibatkan akademisi. Kemudian perkembangan distribusi dari RT ke RT lain itu melibatkan perusahaan, ” ungkapnya, Kamis (22/12/2022).

“Adapun sistem yang dibangun yakni kolaborasi. Dengan menggunakan sistem filter yang biayanya lebih rendah namun tetap mengedepankan kualitas yang hampir menyerupai air dari PDAM, ” sambung Rasyid.

Kalau air PDAM itu menggunakan kapur dan tawas. Sedangkan untuk Pamsimas pihaknya memastikan tidak menggunakan kapur dan tawas, akan tetapi pihaknya menggunakan karbon aktif. Dan penggunaannya cukup lama, sedangkan untuk penggunaan filter, Rasyid mengklaim filter yang digunakan dalam Pamsimas itu alamiah.

“Karena tempat filter itu menggunakan drum bekas. Harapan kita dengan cost rendah nanti angka yang kita lempar ke masyarakat juga rendah dan tidak memberatkan, ” jelasnya.

Rasyid mengungkapkan total pembiayaan pembangunan Pamsimas yang dikeluarkan untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat Desa Batuah mencapai Rp300 juta, itu merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah Desa, Perguruan tinggi asal Samarinda (Polnes) dan program CSR dari berbagai perusahaan yang beroperasi di Desa Batuah.

“Rp 300 Juta itu sudah lengkap dari sumber air, penampungan hingga mesin pendorong untuk didistribusikan. Pembiayaan kolaborasi, seperti filter melalui program pengabdian masyarakat Polnes. Kemudian pembangunan penampungannya sebagian dari desa, sebagian dari perusahaan (CSR), “beberapa Rasyid.

Hingga saat ini sebanyak enam dusun yang ada di Desa Batuah sudah mendapatkan air bersih yang dialirkan melalui Pamsimas. Tambah Rasyid, sebenarnya cakupan Pamsimas bisa lebih jauh lagi, namun pihaknya terkendala oleh biaya yang besar. “Kami ingin sekali dengan biaya yang rendah dapat memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat, ” pungkas Rasyid. (atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 273 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Pemkab Kukar Tahan Sejumlah Kegiatan

30 Mei 2026 - 15:57 WITA

transfer pusat

Pakar Baca Ucapan “Silakan Hak Angket!” Rudy Mas’ud: Bukan Arogansi, tapi Sinyal Akuntabilitas

23 Mei 2026 - 14:11 WITA

Rudy Mas’ud

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Mereda Usai Audiensi, Rudy Mas’ud Jelaskan Mekanisme Hak Angket

22 Mei 2026 - 14:03 WITA

Rudy Mas’ud

IPM Kaltim Capai 79,39, Tertinggi di Kalimantan dan Empat Besar Nasional

15 Mei 2026 - 15:50 WITA

IPM Kaltim

Rusman Yaqub: IKN Jangan Hanya Mewah di Pusat, Daerah Penyangga Harus Diperkuat

15 Mei 2026 - 15:31 WITA

daerah penyangga IKN,

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia
Trending di Legislatif