okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa keikutsertaan desanya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, melainkan lebih diarahkan pada pembinaan dan edukasi keagamaan bagi warganya.
“Sejak awal saya memang menitikberatkan pada pembinaan di desa saya. Insya Allah, ke depan saya akan terus mendukung kegiatan keagamaan di desa,” ujar Yusuf saat ditemui di sela kegiatan MTQ yang berlangsung pada 16–20 Juni 2025.
Menurutnya, masyarakat di Desa Rapak Lambur masih cukup awam dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengamalan dan pemahaman Al-Qur’an secara mendalam. Oleh karena itu, ia menilai penting untuk mengenalkan kegiatan seperti MTQ sebagai bentuk pendidikan langsung yang bisa diakses masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar.
“Seperti yang bisa dilihat hari ini, saya ingin mengenalkan kegiatan seperti ini agar anak-anak didik kami, terutama di sekolah-sekolah, bisa melihat langsung bagaimana cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar, termasuk ilmu tajwid dan sebagainya,” jelasnya.
Desa Rapak Lambur sendiri menjadi desa dengan jumlah peserta terbanyak dalam MTQ tahun ini, yakni sebanyak 29 orang. Meskipun demikian, Kades Yusuf menegaskan bahwa kemenangan bukan prioritas utama, melainkan peningkatan pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan generasi muda.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan karakter religius di tengah masyarakat desa.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








