okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Polres Kukar menangkap dua tersangka kasus sabu di Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 10 paket sabu, sepeda motor, handphone, dan uang tunai Rp3,2 juta yang diduga terkait transaksi narkotika.
Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial NR (37) dan AL (37).
Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melalui Kasi Humas Polres Kukar IPTU Maryono mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula dari laporan masyarakat pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 19.30 Wita.
Laporan tersebut menyebut adanya dugaan transaksi narkotika di wilayah Desa Sebulu Modern.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Lidik Satresnarkoba Polres Kukar yang dipimpin langsung Kanit I Satresnarkoba IPDA Steven Moses bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan tersangka NR,” ujar Maryono, Rabu (27/5/2026).
Dari tangan NR, petugas menemukan 10 bungkus plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU dan satu unit handphone.
Berdasarkan hasil interogasi awal, NR mengaku memperoleh sabu tersebut dari tersangka AL. Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan memancing AL untuk mendatangi NR.
Saat tiba di lokasi, AL langsung diamankan petugas tanpa perlawanan.
Dari hasil penggeledahan terhadap AL, polisi menyita sejumlah barang bukti tambahan. Di antaranya satu lembar kertas aluminium foil bekas bungkus rokok, dua unit handphone merek Vivo dan Infinix, satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU warna merah dengan nomor polisi KT 3983 UO, serta uang tunai Rp3,2 juta yang diduga hasil transaksi narkoba.
“Untuk saat ini kedua tersangka diamankan di Mako Polres Kukar guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata Maryono.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan jaringan peredaran sabu di wilayah Sebulu dan sekitarnya.
Maryono menegaskan, Polres Kukar berkomitmen memberantas peredaran narkotika di wilayah Kutai Kartanegara. Ia juga meminta masyarakat terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui dugaan peredaran narkoba di lingkungannya.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi guna mendukung upaya pemberantasan narkotika demi masa depan generasi yang lebih baik,” tutupnya. (atr/bby)








