okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) tengah mempersiapkan konsep baru untuk pelaksanaan Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Juli. Salah satu rencana strategisnya adalah menjadikan Taman Tanjong sebagai salah satu titik panggung utama festival.
Plt. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Ivan Ahmad, mengungkapkan bahwa Taman Tanjong akan dimaksimalkan sebagai ruang kreasi, baik untuk pertunjukan seni jalanan (street performance) maupun panggung utama. Namun kepastian fungsi lokasi ini masih menunggu hasil kajian teknis, khususnya terkait rekayasa lalu lintas dan pengaturan parkir.
“Kami masih mengkaji kemungkinan Taman Tanjong menjadi panggung utama atau hanya untuk street performance. Yang jelas, kawasan budaya sekitar CFD akan kami maksimalkan sepenuhnya untuk KFBN tahun ini,” ujar Ivan, Rabu (4/6/2025).
Ivan menjelaskan, KFBN 2025 akan menghadirkan tiga panggung utama dengan pendekatan tata ruang yang berbeda dari tahun sebelumnya. Jika biasanya panggung utama berlokasi di Stadion Rondong Demang dan panggung kedua di Kedaton, maka tahun ini seluruh elemen panggung akan difokuskan dalam satu kawasan budaya.
“Panggung utama bisa saja di Tanjong, lalu panggung kedua di Kedaton, dan street performance di Titik Nol atau kawasan api teater. Ini akan menciptakan suasana baru agar masyarakat bisa menikmati pertunjukan secara menyeluruh dalam satu area,” paparnya.
Selain pertunjukan seni, festival ini juga akan menjadi ajang pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ivan menegaskan, selama lima hari pelaksanaan KFBN, seluruh kawasan festival akan diisi penuh oleh pelaku UMKM lokal.
“UMKM akan kami fasilitasi secara maksimal, bukan hanya malam Minggu seperti biasanya. Harapannya, festival ini menjadi penggerak ekonomi kreatif di Kukar,” tambahnya.
Demi kelancaran kegiatan, Dispar Kukar akan menggelar rapat lintas sektor pada bulan Juni mendatang. Rapat tersebut akan melibatkan Dinas Perhubungan, DiskopUKM, Satpol PP, serta pihak Kepolisian, guna memastikan kelancaran lalu lintas, kenyamanan pengunjung, dan keamanan selama acara berlangsung.
“Potensi kepadatan dan kemacetan sudah kami antisipasi. Solusinya akan dibahas bersama pihak terkait, termasuk opsi parkir di kawasan Masjid Agung, Planetarium, Museum Mulawarman, dan sepanjang tepian sungai,” jelas Ivan.
KFBN 2025 juga dipastikan akan menghadirkan delegasi seni dan budaya dari delapan provinsi yang telah diundang resmi oleh panitia. Dengan konsep baru ini, Dispar Kukar berharap KFBN mampu menjadi daya tarik budaya yang lebih kuat dan berkelanjutan, serta memperkuat posisi Kukar sebagai pusat kebudayaan di Kalimantan Timur.(adv/disparkukar/atr/ob1/ef)








