okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang pembukaan Tenggarong Internasional Folks Art Festival (TIFAF) pada Rabu malam ini. Tadi pagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan kirab budaya yang diikuti beberapa perwakilan kecamatan dari Kukar maupun dari provinsi luar.
Dalam kegiatannya, ribuan masyarakat dan pelajar antusias menyambut pelaksanaan kirab budaya tersebut. Terdapat beberapa jenis kesenian yang ditampilkan oleh beberapa perwakilan dari masing-masing daerahnya salah satunya yakni, Tarian Reog Ponorogo yang berasal dari provinsi Jawa Timur (Jatim).
Bupati Kukar, Edi Damansyah mengatakan, setelah dua tahun lamanya tidak dilaksanakan karena ada pandemi covid 19. Akhirnya pada tahun 2022 ini kirab budaya dan TIFAF kembali dilaksanakan. “Akhirnya pada tahun 2022 ini TIFAF kembali dilaksanakan, sebelum pembukaan pasti ada kegiatan kirab budaya untuk memperkenalkan perwakilan masing-masing daerah, jadi kegiatan ini bertemakan Nusantara Untuk Dunia, pada pelaksanaan terakhir TIFAF itu diikuti 12 Negara yang berpartisipasi melalui kerjasama CIOFF. Itu kita lakukan perpaduan budaya nusantara dan budaya dunia,” ujarnya.
Dijelaskan Edi, pelaksanaan TIFAF di tahun 2022 ini dikonsentrasikan untuk lebih mengenalkan budaya lokal daripada budaya luar, baik itu budaya luar provinsi maupun luar negeri. Dan ini wajib diikuti 18 Kecamatan yang di Kukar.
“Jadi lebih menonjolkan budaya lokal agar dikenal masyarakat luas maupun dunia, jadi setiap kecamatan minimal mengirim 1 perwakilan kesenian baik itu untuk kirab maupun TIFAF,” ucapnya.
Edi meminta dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan TIFAF 2022 ini walaupun masih dalam kondisi pandemi covid 19. Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat apabila yang belum melaksanakan vaksin dosis 3 (booster) dianjurkan untuk segera melaksanakan vaksinasi.
“Ada beberapa gerai vaksin juga kita siapkan , bagi yang belum vaksin dosis 3 silahkan datangi tempat yang telah disiapkan Pemkab Kukar dan Polres Kukar maupun Kodim 0906/KKR,” pintanya.
Dirinya berharap TIFAF ini bisa memberikan kontribusi dan dorongan kepada para pelaku UMKM di Tenggarong dan sekitarnya jadikan ajang TIFAF ini sebagai promosi dan pemasaran sehingga ada konektivitas antar pelaku usaha.
“Jadi semua terkoneksi hubungan antara pelaku usaha baik di lokal maupun dibeberapa daerah lainnya,” tutupnya. (atr/ob1/ef)








