okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyatakan komitmennya untuk mengarahkan pengembangan usaha Koperasi Merah Putih pada sektor penyediaan batu padas, yang dinilai memiliki prospek cerah di wilayahnya.
Martin menjelaskan, potensi batu padas di Desa Loa Raya cukup melimpah dan permintaan pasar terhadap bahan bangunan ini terus meningkat. Bahkan, menurutnya, pembeli tidak hanya datang dari Kukar, namun juga dari wilayah tetangga seperti Samarinda.
“Ini berasal dari lahan bekas tambang. Saat ini kami kelola secara swadaya, termasuk dalam hal penyediaan alat berat untuk menggali dan memecah batu sesuai pesanan pasar. Ke depan, jika koperasi sudah berjalan optimal, kita akan alokasikan anggaran untuk membeli alat berat sendiri,” ungkap Martin.
Ia menambahkan, langkah ini tidak akan mengganggu operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Raya yang sudah lebih dahulu berdiri sejak tahun 2020. BUMDes tersebut selama ini bergerak di sektor pertanian dan perikanan, menyediakan pakan ikan, pupuk, serta sarana pertanian lainnya yang mendukung mayoritas profesi warga desa sebagai petani dan pembudidaya ikan keramba.
Lebih dari sekadar koperasi simpan pinjam, Martin menyebut Koperasi Merah Putih dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan. Koperasi ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan pelatihan.
“Koperasi ini akan menjadi pusat pengembangan kapasitas masyarakat, mulai dari literasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, hingga penguatan jejaring pemasaran antaranggota maupun antardesa,” pungkasnya.(adv/diskominfokukar/atr/ob1)








