okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-43 di Samarinda telah usai. Dalam pelaksanaan ini, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali tercatat sebagai jua umum untuk ke lima kalinya dalam pelaksanaan MTQ Kaltim.
Diketahui, Kukar berhasil mengungguli kafilah Samarinda yang berada di posisi juara dua dan Bontang yang masuk peringkat ketiga. Terhitung kemenangan Kukar ini diperoleh sejak pelaksanaan MTQ ke-39 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Setelah menerima penghargaan sebagai juara umum, atas keberhasilan ini kemudian piala diarak dari Simpang Tiga Loa Janan menuju Tenggarong untuk berkeliling hingga ke Kantor Bupati pada Minggu (29/5/2022) kemarin.
Bupati Kukar, Edi Damansyah mengatakan, ini tidak terlepas dari dua hal yakni ikhtiar dan doa, ikhtiar tadi untuk managemen pembinaan dan stakeholder yang terlibat, jadi ikhtiar maksimal doa juga dilakukan terus menerus.
Dirinya juga mengatakan, bahwasanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus mendukung dan selalu memberikan pembinaan kepada kafilah Kukar. “Kalau pembinaan nya baik, maka hasil yang diterima juga akan baik,” ujarnya.
Untuk sistem pola pembinaan, Edi mengatakan ini tidak berjalan sendiri. Ada kerjasama dengan perguruan tinggi ilmu Al-Qur’an, Institut ilmu Al-Qur’an, ada juga Kalenka, lembaga kaligrafi.
“Kita lakukan MoU itu untuk peningkatan dari segi kualitas untuk mengukur standar kompetensi para pelatih dan dewan hakim,” katanya.
Memang ini pelatih dan dewan hakim sudah berstandarisasi yang ditetapkan pola standar MTQ. Karena yang paling utama itu adalah para pelatih dan dewan hakim. “Karena kalau pelatih berkualitas, pastinya yang dilatih juga akan berkualitas,” sebutnya.
Rencananya, juga akan dilakukan pengiriman jadi ada anak-anak yang sudah terseleksi disini itu akan kirim untuk mewakili Kukar, kalau keunggulannya di kaligrafi maka harus di unggulkan di Kaligrafi dan dilakukan try out.
“Sama seperti pada pembinaan di olahraga saya mengadopsi seperti olahraga, jadi akan di kawal terus LPTQ dan alhamdulillah sudah berjalan dengan baik, ” imbuhnya.
Tantangan kedepannya salah satunya yaitu, menyiapkan para kafilah, Edi meminta langsung diadakan evaluasi cepat, karena regenerasi juga penting, saat ini capaian yang telah diraih Kukar bagiamana mempertahankan prestasi. Ke depan usia kafilahnya sudah bertambah. “Jadi kita menyiapkan regenerasi berikutnya terencana dengan baik, jadi ini yang akan kita lakukan,” terangnya.
Dalam kesempatan ini Edi menyebut tidak menutup kemungkinan tahun depan Kukar akan juara untuk keenam kalinya. Oleh karena itu dirinya berharap momentum ini dapat menjadi dorongan dan motivasi terus.
“Karena sasaran utama daripada MTQ ini adalah bagaimana membumikan Al-Qur’an di Kukar dan mewujudkan generasi yang Qurani di Kukar, ” pungkasnya.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak khususnya masyarakat Kukar yang sudah memberikan dorongan, dukungan dan doa. Dan terima kasih para orang tua sudah memercayakan kami di LPTQ dalam membina putra-putri yang sudah terpilih. Ini bagian dari dorongan dan kerja bersama dan ini bentuk nyata, kalau di dalam mewujudkan pembangunan itu ada partisipasi masyarakat itu ya seperti ini,” sambungnya.
Tak lupa terkait penghargaan bagi kafilah, dia menyebut bonus bagi mereka sudah menunggu. Nantinya para kafilah ini akan mewakili Kaltim dalam MTQ tingkat nasional. Di situ, apabila mereka kembali juara, Edi memastikan satu rumah di Tenggarong dipersiapkan bagi para kafilah. (atr/ob1/ef)








