Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 2 Apr 2026 17:00 WITA

Mahasiswa Unikarta Demo Pemkab Kukar, Desak Perbaikan Jalan dan Layanan Publik


Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara berorasi di depan Kantor Bupati Kukar saat aksi menuntut perbaikan jalan dan layanan publik. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara berorasi di depan Kantor Bupati Kukar saat aksi menuntut perbaikan jalan dan layanan publik. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Puluhan mahasiswa dari Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Kutai Kartanegara. Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan tuntutan perbaikan kinerja pemerintah daerah, terutama pada sektor infrastruktur dan pelayanan publik yang dinilai masih belum optimal.

Koordinator lapangan aksi, Ibnu Sayyaf Sabililhaq, menyampaikan kekecewaan peserta aksi karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati. Ia menilai, selama beberapa kali aksi digelar, pihaknya belum pernah mendapatkan kesempatan berdialog secara langsung dengan pimpinan daerah.

“Kami sudah berulang kali turun aksi, tetapi belum pernah sekalipun ditemui langsung oleh Bupati. Ini tentu mengecewakan,” ujarnya.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti kondisi jalan yang masih rusak di berbagai wilayah, khususnya di daerah pedesaan. Mereka menilai kerusakan jalan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kondisi jalan di sejumlah desa masih sangat memprihatinkan. Banyak yang berlubang dan membahayakan pengguna, terutama di wilayah hulu,” kata Ibnu.

Selain persoalan infrastruktur, mahasiswa juga menekankan pentingnya perawatan terhadap fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. Mereka meminta agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan kualitas fasilitas tersebut.

“Fasilitas yang sudah ada harus dirawat dengan baik, jangan dibiarkan begitu saja setelah dibangun,” tambahnya.

Isu lain yang turut disoroti adalah kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Mahasiswa menilai masih banyak sekolah di desa yang belum memiliki sarana dan prasarana memadai.

“Pendidikan di daerah pedesaan masih tertinggal. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

Meski sempat terjadi dialog singkat dengan perwakilan pemerintah daerah, mahasiswa menganggap hasilnya belum memberikan kejelasan. Mereka hanya diminta menunggu jadwal pertemuan lanjutan tanpa kepastian waktu.

Sebagai langkah berikutnya, mahasiswa berencana kembali mengajukan permohonan audiensi dalam waktu dekat. Jika tidak ada tanggapan, mereka memastikan akan kembali menggelar aksi lanjutan.

“Kami akan kirim surat lagi dalam beberapa hari ke depan. Jika tetap tidak ada respons, kami akan turun aksi kembali,” tutup Ibnu. (atr)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan

20 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Karhutla Dekati Permukiman Pendingin, Empat RT Berpotensi Terdampak

18 Agustus 2026 - 19:40 WITA

Trending di Peristiwa