okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Puluhan mahasiswa dari Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Kutai Kartanegara. Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan tuntutan perbaikan kinerja pemerintah daerah, terutama pada sektor infrastruktur dan pelayanan publik yang dinilai masih belum optimal.
Koordinator lapangan aksi, Ibnu Sayyaf Sabililhaq, menyampaikan kekecewaan peserta aksi karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati. Ia menilai, selama beberapa kali aksi digelar, pihaknya belum pernah mendapatkan kesempatan berdialog secara langsung dengan pimpinan daerah.
“Kami sudah berulang kali turun aksi, tetapi belum pernah sekalipun ditemui langsung oleh Bupati. Ini tentu mengecewakan,” ujarnya.
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti kondisi jalan yang masih rusak di berbagai wilayah, khususnya di daerah pedesaan. Mereka menilai kerusakan jalan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kondisi jalan di sejumlah desa masih sangat memprihatinkan. Banyak yang berlubang dan membahayakan pengguna, terutama di wilayah hulu,” kata Ibnu.
Selain persoalan infrastruktur, mahasiswa juga menekankan pentingnya perawatan terhadap fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. Mereka meminta agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan kualitas fasilitas tersebut.
“Fasilitas yang sudah ada harus dirawat dengan baik, jangan dibiarkan begitu saja setelah dibangun,” tambahnya.
Isu lain yang turut disoroti adalah kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Mahasiswa menilai masih banyak sekolah di desa yang belum memiliki sarana dan prasarana memadai.
“Pendidikan di daerah pedesaan masih tertinggal. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.
Meski sempat terjadi dialog singkat dengan perwakilan pemerintah daerah, mahasiswa menganggap hasilnya belum memberikan kejelasan. Mereka hanya diminta menunggu jadwal pertemuan lanjutan tanpa kepastian waktu.
Sebagai langkah berikutnya, mahasiswa berencana kembali mengajukan permohonan audiensi dalam waktu dekat. Jika tidak ada tanggapan, mereka memastikan akan kembali menggelar aksi lanjutan.
“Kami akan kirim surat lagi dalam beberapa hari ke depan. Jika tetap tidak ada respons, kami akan turun aksi kembali,” tutup Ibnu. (atr)








