okeborneo.com, TENGGARONG – Seiring ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara Nusantara yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) terus meningkatkan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif.
Seperti yang telah diadakan di Kota Tenggarong pada Selasa lalu, pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) mendapatkan peningkatan kemampuan di bidang Seni Kriya dan Wastra serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Dalam rilis yang diterima redaksi okeborneo pada Jumat malam (1/6/2022), Plt Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Irvan Rivai usai membuka pelatihan mengatakan pelaku ekonomi kreatif merupakan sumber daya manusia utama dalam mendukung pengembangan kepariwisataan daerah menyongsong ibu kota Nusantara kelak.
“Pelatihan ini akan menunjang SDM kita di Kaltim yang kelak akan menjadi ibu kota negara, tentunya akan banyak orang sehingga diperlukan berbagai peningkatan pengetahuan apapun jenisnya, termasuk peningkatan SDM sektor Seni Kriya dan Wastra dan obyek wisata,” ujar Irvan.
Irvan Rivai menambahkan dipilihnya Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai tempat pelatihan SDM ekonomi kreatif ini karena kota ini adalah salah satu kota penyangga ibu kota negara baru, selain Samarinda, Balikpapan dan Penajam.
Dijelaskannya, pelatihan ini sesuai dengan yang tertuang dalam Peta Jalan Pengembangan Ekraf Daerah (Talanpekda) Pemerintah Provinsi Kaltim tahun 2021-2025. Sedangkan tema yang dipilih adalah “Seni Kriya dan Wastra dalam Kearifan Lokal” dengan narasumber dari pengajar Seni Kriya dan Wastra, pelaku Seni Kriya, pelaku Seni Wastra dan Komite Ekonomi Kreatif Kaltim”.
“Kami berkomitmen terus mendorong pelaku Ekraf untuk terus mengasah kemampuan dan keterampilan serta kompetensi untuk berinovasi dengan menciptakan produk dan karya-karya baru sebagai penggerak bangkitnya pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim,” pintanya.
Sementara itu, Asisten Biro Administrasi Umum Setkab Kabupaten Kukar, Totok Heru Subroto mengatakan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Dispar Kaltim, karena Tenggarong merupakan pusat seni dan budaya, termasuk seni kriya dan wastra serta banyaknya obyek wisata yang telah dikelola oleh Pokdarwis.
“Kami sangat berterima kasih karena pelatihan ini sangat bermanfaat bagi SDM kami di Kabupaten Kukar, khususnya Tenggarong. Sebagai Kota Raja kami bertekad menjadikan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai pusat seni pertunjukan dan seni kerajinan,” ujarnya.(yl/adv/kominfokaltim/ob1/ef)









