okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berusaha mengoptimalkan realisasi angka investasi di tahun 2023 . Menurut data, pemerintah daerah telah berhasil mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 9,87 Triliun. Adapun capaian tersebut diperoleh dari 227 investor serta serapan tenaga Indonesia sebanyak 8.802 dan 52 tenaga kerja asing.
Bupati Kukar, Edi Damansyah mengatakan, wilayah Kukar memang mampu menarik daya saing investasi dan membuka lapangan pekerjaan baru untuk sektor formal. “Untuk tahun 2023,kami akan lebih konsen lagi untuk mengawal optimalisasi dari investasi di Kukar,” kata Edi.
Edi berjanji bakal menjaga investasi yang telah masuk. Dengan adanya investasi, maka ekonomi di Kukar bisa tumbuh dan berkembang. Mulai saat ini, lanjut Edi, Pemkab Kukar telah menyusun beberapa langkah optimalisasi investasi yang berpeluang digarap pada tahun ini (2023).
Dengan itu, Edi pun meyakini Kukar bakal bisa menarik banyak investasi dari dalam maupun luar negeri dengan target market yang besar. Mengingat, Kukar menjadi daerah mitra Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal ini pun akan berdampak pada besarnya peluang investasi di Kukar.
“Yang lebih penting adalah realisasi investasinya. Misalkan ada pemilik konsesi kebun sawit namun IUP kebun tidak optimal. Saya apresiasi investasi naik, tapi belum terlihat realisasi di lapangan,” imbuhnya.
Dikatakan Edi, beberapa waktu lalu, Kabupaten Kukar telah kedatangan investor dari negara Malaysia. Mereka tertarik untuk berinvestasi di bidang hilirisasi pertanian. (atr/ob1/ef)








