Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kukar Ikut Ramaikan Lomba Begasing Alif Turiadi Pimpin Rapat Dengar Pendapat Terkait Pengadaan Sapi Bagi Kelompok Tani PD IAI Kaltim Peringati World Pharmacist Day 2022 Dua Mahasiswa S2 KPI UINSI, Jadi Penguji UKW di Palangkaraya Abdul Rasid Sebut Event Erau Berikan Dampak Positif Bagi Budaya Lokal

Hukum - Kriminal · 16 Sep 2022 18:20 WIB

Oknum Agensi Artis Abal-abal Tipu Ibu di Samarinda, Rp 600 Juta Melayang


 Oknum Agensi Artis Abal-abal Tipu Ibu di Samarinda, Rp 600 Juta Melayang Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA — Tim Macan Borneo Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda menangkap seorang pelaku dari agensi artis abal-abal yang berhasil menipu seorang warga Kota Tepian.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli mengatakan pelaku melakukan penipuan dengan modus menawarkan kepada korban bahwa ia adalah salah satu agen yang bisa mengorbitkan anak dari korban untuk menjadi seorang artis atau bintang iklan dari salah satu produk.

“Dalam pelaksanaannya yang bersangkutan memberikan iming-iming korban akan dimunculkan di dalam salah satu produk iklan, jadi dalam prosesnya yang bersangkutan meminta sejumlah dana yang mana totalnya sebesar hampir Rp 600 juta,” jelasnya.

Modus yang dilakukan tersangka yakni dengan mengajak korban ke Jakarta kemudian melakukan syuting di studio yang disewa tersangka untuk mengelabui korban.

“Dia ini mengaku sebagai agensi yang bisa mengorbitkan orang yang ingin menjadi artis atau bintang iklan. Jadi dia melihat di wilayah tersebut atau melalui Instagram orang-orang terkenal yang mungkin memiliki kemampuan lebih (keuangan),” jelas Ary Fadli.

“Dia coba mengirim pesan lewat DM atau messenger, apabila direspon maka akan ditindaklanjuti,” sambungnya.

Ahitanov Lanza alias Ricky (30) ditangkap di kediamannya Jalan Kalianyar, RT.015, Kelurahan Kali Anyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, pada Minggu (11/9/2022) yang kemudian digiring ke Polresta Samarinda setelah berhasil mengelabui korban yang berencana akan mengorbitkan anaknya yang diketahui berusia 17 tahun melalui agensi tersebut.

Diketahui, kasus ini terjadi berawal pada tahun 2021, saat tersangka bertemu dengan korban yang merupakan ibu dari seorang penyanyi asal Samarinda dan pada saat itu bertepatan sang anak sedang tampil pada sebuah acara di Gedung Kementerian kawasan Monas.

Kemudian pada keesokan harinya tersangka ini mengirimkan pesan ke akun Instagram sang ibu dengan menawarkan casting iklan untuk diikuti oleh sang anak pada sebuah platform belanja online Shopee yang kemudian tawaran tersebut diambil oleh korban.

Setelah enam bulan berlalu, korban dihubungi tersangka untuk melakukan pemotretan kebutuhan iklan yang bertempat di kawasan Tanjung Duren Jakarta Barat, dua hari setelah pemotretan tersebut korban kembali pulang ke Samarinda.

Saat sudah kembali itu, tersangka menghubungi korban via pesan Instagram dan whats’app dengan mulai meminta sejumlah uang kepada ibu korban untuk kebutuhan biaya foto studio dan syuting iklan saat itu agar lebih meyakinkan korban.

Namun ternyata permintaan sejumlah uang ini pun berlanjut, tersangka meminta uang dengan berbagai alasan seperti ada hambatan dalam pencairan dan fee untuk korban. Kemudian mendengar alasan tersebut ibu korban mengirimkan sejumlah uang yang diminta tersangka ke beberapa rekening yang berbeda.

Pelaku juga melampirkan beberapa surat yang dibuat sendiri untuk meyakinkan kepada korban, seperti jadwal iklan serta surat fee dan pengembalian deposit.

Setelah itu, lanjut Ary Fadli, timbul rasa curiga korban karena saat itu pelaku sudah tidak bisa dihubungi dan korban pun melaporkan kasus penipuan yang dilakukan warga Jakarta ini ke Mapolresta Samarinda pada Agustus 2022.

Lebih lanjut dijelaskan Ary, Tim Macan Borneo Unit Jatanras Polresta Samarinda setelah mendapatkan laporan tersebut, personelnya langsung melakukan penyelidikan.

“Pelaku berhasil kami amankan dan mengakui perbuatannya tersebut, jika telah melakukan penipuan,” katanya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, penipuan ini hanya dilakukan seorang diri, karena dirinya dulu pernah masuk dalam sebuah agensi model dan pernah menjadi seorang juri.

“Makanya pelaku ini dengan mudah mengelabui korbannya, karena mengetahui seluk beluknya. Kalau berapa kalinya bilangnya baru sekali ini dan korban juga baru ini,” tandasnya.

Dari kasus ini Tim Macan Borneo berhasil membawa barang bukti berupa satu unit ponsel android, sound system, dua buah gitar listrik, gitar bass, mixer, satu computer (PC) game, kulkas satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja 250 CC warna hijau serta PS2.

“Semua barang bukti ini hasil dari uang yang diminta dari korban, dan seluruhnya kami kirim dari Jakarta ke Samarinda, dengan total kerugian sebesar Rp 600 juta,” pungkasnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Ary Fadli juga berpesan, kalau memang setelah ini ada yang melapor lagi, dia mengimbau untuk melaporkan ke Polresta Samarinda. Karena sasaran yg bersangkutan ini adalah orang orang di daerah. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pakai Kunci Lemari, 31 Motor Berhasil Dicuri Rudiansyah

23 September 2022 - 20:34 WIB

Diduga Oplos Minuman Saset dengan Hand Sanitizer, Tiga WBP Tewas Satu Kritis

23 September 2022 - 20:10 WIB

BNNP Musnahkan Sabu-sabu Jaringan Kutim-Samarinda

23 September 2022 - 18:56 WIB

350 WBP Lapas Diambil Sampel Darah

6 September 2022 - 17:04 WIB

Sinergi Polresta Samarinda dan Rutan Klas IIA Samarinda Ungkap Peredaran 1 Kg Narkoba

29 Agustus 2022 - 18:18 WIB

Tim Hyena Ungkap 1 Kilogram Sabu Enam Orang Diringkus Termasuk Pasangan Suami Istri

29 Agustus 2022 - 18:14 WIB

Trending di Hukum - Kriminal