Menu

Mode Gelap

Advertorial · 15 Okt 2025 16:17 WITA

Paving Blok Plastik Buatan Bank Sampah Sukamaju Diharapkan Dipakai di Proyek Daerah


Produk paving blok plastik dan ecobrick hasil olahan Bank Sampah Sukamaju dipamerkan dalam kegiatan lingkungan di Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Produk paving blok plastik dan ecobrick hasil olahan Bank Sampah Sukamaju dipamerkan dalam kegiatan lingkungan di Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, inovasi pengelolaan sampah terus berkembang. Bank Sampah Sukamaju, di bawah kepemimpinan Yayuk Sehati, kini memproduksi paving blok plastik sebagai solusi ramah lingkungan untuk menekan timbunan limbah.

Namun di balik kesuksesan itu, perjuangan Yayuk dan para anggota tidak selalu mudah. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesadaran masyarakat yang masih rendah hingga keterbatasan fasilitas produksi.

“Kalau ditanya soal kendala, tentu saja ada. Semua halangan, rintangan, dan hambatan pasti kami temui, baik dengan nasabah, dalam mengajak masyarakat, maupun dalam perjalanan operasional,” ujar Yayuk, Selasa (15/10/2025).

Meski begitu, Yayuk meyakini bahwa setiap tantangan selalu memiliki solusi. Menurutnya, semangat dan niat tulus untuk kebaikan menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi gerakan lingkungan.

“Semua kembali pada diri kita sendiri, bagaimana cara menyikapi dan mencari solusinya. Kalau niatnya tulus, pasti ada jalan,” tegasnya.

Inovasi paving blok plastik menjadi salah satu terobosan unggulan Bank Sampah Sukamaju. Produk tersebut dibuat dari berbagai jenis limbah plastik yang dilebur, tanpa perlu melalui proses pemilahan yang rumit. Selain kuat dan tahan lama, produk ini juga membantu mengurangi volume sampah plastik di lingkungan sekitar.

Kini, Yayuk berharap pemerintah daerah ikut berperan dalam memperluas penggunaan paving blok plastik, terutama di proyek pembangunan infrastruktur.

“Salah satu harapan kami, pemerintah bisa menggunakan paving blok dari limbah plastik. Dengan begitu, hasil olahan kami bisa bermanfaat lebih luas,” katanya.

Langkah itu, menurut Yayuk, tidak hanya mendukung pengurangan sampah plastik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pengelola bank sampah di Kutai Kartanegara.

“Kalau produk dari limbah bisa digunakan secara nyata, maka masyarakat akan semakin termotivasi untuk mengelola sampah. Itu bentuk ekonomi sirkular yang sesungguhnya,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan

20 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Karhutla Dekati Permukiman Pendingin, Empat RT Berpotensi Terdampak

18 Agustus 2026 - 19:40 WITA

Trending di Peristiwa